Mesin Pencacah Rumput Gajah

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 2 views
of 8

Please download to get full document.

View again

Description
Pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat akan diikuti oleh peningkatan kebutuhan pangan, termasuk kebutuhan akan daging sebagai salah satu sumber protein hewani. Salah satu upaya pemenuhan kebutuhan daging sapi adalah pengembangan usaha budidaya ternak sapi potong skala rumah tangga. Permasalahan yang dihadapi pada usaha ternak sapi potong skala rumah tangga adalah kurang efektifnya pemberian pakan hijauan rumput gajah, karena banyak bagian dari rumput gajah yang tidak dimakan oleh sapi.
Share
Transcript
  ARTIKEL ILMIAHPELAKSANAAN PROGRAM PENGABDIANPROGRAM VUCER TAHUN 2009 MEMBANGUN MESIN PENCACAH RUMPUT GAJAHUNTUK PENINGKATAN EFEKTIVITAS KONSUMSIPAKAN TERNAK SAPI Oleh:1. Andasuryani,STP,MSi/ NIP. 132 206 786(Ketua)2. Prof. Dr. Ir. Santosa,MP/ NIP. 131 847 973(Anggota)3. Alhapen Ruslin Chandra, SE, MT,M.Com/ NIP. 132 207 820(Anggota)Dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional sesuaidengan surat perjanjian pelaksanaan hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Nomor:006/SP2H/PPM/DP2M/III/2009 tanggal 1 April 2009 PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIANFAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIANUNIVERSITAS ANDALAS2009  1 MEMBANGUN MESIN PENCACAH RUMPUT GAJAH UNTUK PENINGKATANEFEKTIVITAS KONSUMSI PAKAN TERNAK SAPIAndasuryani (Fak.Teknologi Pertanian, Univ. Andalas, 081374317783,andasuryani@yahoo.com)Santosa (Fak.Teknologi Pertanian, Univ. Andalas, 081363432921,santosa764@yahoo.co.id   )Alhapen Ruslin Chandra (Politeknik Negeri Padang, 081266027155,alhapen@yahoo.com   )ABSTRAK   Pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat akan diikuti oleh peningkatan kebutuhan pangan, termasuk kebutuhan akan daging sebagai salah satu sumber  protein hewani. Salah satu upaya pemenuhan kebutuhan daging sapi adalah pengembanganusaha budidaya ternak sapi potong skala rumah tangga. Permasalahan yang dihadapi padausaha ternak sapi potong skala rumah tangga adalah kurang efektifnya pemberian pakanhijauan rumput gajah, karena banyak bagian dari rumput gajah yang tidak dimakan oleh sapi. Usaha yang telah dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat iniadalah dalam bentuk membangun dan mengintroduksikan mesin pencacah rumput gajah. Berdasarkan evaluasi kinerja mesin diperoleh rata-rata kapasitas pencacahan 180 kg/jam,rpm pisau pencacah 1320 rpm, tingkat kebisingan 87.5 – 95.6 dB dan panjang cacahan 1 – 15 cm serta biaya pokok pencacahan yang lebih kecil 50% dari biaya pencacahan secaramanual. Introduksi mesin dilakukan dengan memberikan informasi atau penjelasan kepada pengguna tentang kegunaan, cara pengoperasian, merawat mesin dan biaya pokok  pencacahan. Kegiatan ini telah dapat membantu peternak sapi dalam memenuhi kebutuhan pakan hijauan rumput gajah sehingga pemberian pakan hijauan rumput gajah lebih efektif. Kata kunci: rumput gajah, introduksi, mesin pencacah. I. PENDAHULUAN Pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat akan diikuti oleh peningkatan kebutuhan pangan, termasuk kebutuhan akan daging sebagai salah satu sumber  protein hewani. Upaya pemenuhan kebutuhan akan daging sapi dapat dilakukan dengan pengembangan usaha budidaya ternak sapi potong skala rumah tangga. Salah satu, usaha atauindustri kecil budidaya ternak sapi potong skala rumah tangga adalah usaha ternak sapi potong SOPIENG. Jenis sapi yang dibudidayakan adalah sapi Bali. Permasalahan yangdihadapi oleh usaha ternak sapi potong SOPIENG ini adalah kurang efektifnya pemberian  2 pakan hijauan rumput gajah karena banyaknya bagian dari rumput gajah yang tidak dimakanoleh sapi (diperkirakan hanya 1/3 bagian yang dikonsumsi). Dinas Peternakan (1991)menyatakan bahwa usaha meningkatkan produktifitas dan populasi ternak antara lainmenuntut bahan makanan yang cukup, baik kualitas maupun kuantitas serta ketersediaannyasepanjang waktu. Manglayang Agribusiness Cooperative (2005) menyatakan bahwa nilaiketercernaan (TDN) daun muda rumput gajah diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka inimenurun cukup drastis pada usia tua hingga 55%. Batang-batang yang keras kurang begitudisukai ternak kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air.Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pemberian pakan hijauansapi adalah dengan mencacah rumput gajah. Dengan cara ini semua bagian rumput gajahdapat dimakan oleh sapi. Usman (1989) menyatakan bahwa pencacahan atau perajanganrumput dilakukan agar dapat memperkecil ukuran rumput yang diberikan kepada ternak sehingga memudahkan ternak untuk mencerna makanan tersebut. Pencacahan secara manual(menggunakan pisau atau parang) bisa dilakukan, akan tetapi membutuhkan waktu dan tenagakerja yang banyak. Oleh sebab itu, pencacahan secara manual tidak efektif untuk diterapkan.Alat/mesin pemotong hijauan yang sudah ada dipasaran, sebagian besar masih impor dengankapasitas yang cukup besar (20 ton hijauan/jam) sehingga harga relatif mahal dan biaya perawatan tinggi serta sulit mendapatkan suku cadang.Upaya membangun dan mengintroduksikan mesin pencacah rumput gajah merupakansalah satu alternatif untuk pencacahan rumput gajah. Komponen penting dari mesin pencacahrumput gajah adalah mata pisau. Pearson (1987) menyatakan bahwa untuk memberikantekanan kekuatan pada tanaman didalam pemotongan biasanya digunakan mata pisau, yangdiperlukan untuk membagi bagian tanaman menjadi dua bagian yang berbeda. Proses inisangat ditentukan oleh kekuatan yang bekerja pada bagian ujung dan kedua sisi pisau, yangdikenal dengan kekuatan ujung dan kekuatan belah. Upaya membangun danmengintroduksikan mesin pencacah rumput gajah ini dapat dilaksanakan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat program vucer. Kegitan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu peternak sapi potong dalam hal penyediaan pakan ternak dengan membangun danmengintroduksikan mesin pencacah rumput gajah.  3 II. BAHAN DAN METODA Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah besi siku, plat besi, besi strip, klem, besi pipa, as poros, pulley, belt, roda, kalahar, baut, mur, kawat las, mata gerinda, cat, tinner,motor listrik dan rumput gajah. Alat-alat yang digunakan adalah peralatan bengkel dan alat-alat ukur berupa tachometer, soundlevel meter, dan timbangan.Metode kegiatan vucer ini adalah sebagai berikut:1.Melakukan pengembangan mesin pencacah rumput gajah sebagai bahan pakan hijauanternak sapi.2.Melakukan evaluasi kinerja dan evaluasi ekonomis mesin pencacah rumput gajah.Evaluasi kinerja meliputi kapasitas pencacahan, rpm pencacahan, tingkat kebisingan dan panjang cacahan. Sedangkan evaluasi ekonomi meliputi biaya pokok pencacahan.Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata dari setiap pengujian.3.Mengintroduksikan cara mengoperasikan mesin ke pengguna (usaha peternakan sapi potong Sopieng). III. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan telah sesuai dengan rencana kegiatan yangtelah disusun. Kegiatan ini dimulai dengan pembuatan mesin pencacah, evaluasi kinerjamesin pencacah, evaluasi ekonomi dan dilanjutkan dengan melaksanakan introduksi ke pengguna. A. Pembuatan Mesin Pencacah Rumput Gajah Pembuatan mesin dilakukan berdasarakan gambar teknis yang telah dirancang.Adapun gambar teknis mesin pencacah rumput gajah dapat dilihat pada Gambar 1 berikut.
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks