Cara Tanaman Alfalfa

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 25 views
of 3

Please download to get full document.

View again

Description
Cara tanam Alfalfa
Share
Transcript
  Budidaya Alfalfa Kaya Kandungan Gizi   Sebagai Pakan Ternak    Oleh; ERVAN TYAS WIDYANTO, SST. (THL-TBPP BP3K WONOTIRTO)   Alfalfa (Medicago sativa) adalah tumbuhan yang sudah bisa dibudidayakan di indonesia, tanaman ini sejak lama dibudidayakan di negara-negar Eropa, Amerika, China sebagai makan kesehatan, pakan ternak dan juga untuk pupuk organik yang sangat baik menyuburkan tanah. Alfalfa sangat kaya akan kandungan nutrisi atau bergizi tinggi dan sumber nitrogen alami, tanaman ini termasuk keluarga leguminose yang terbukti memiliki kemampuan menyerap nitrogen di udara dan dimasukan ke dalam tanah. Tumbuhan alfalfa  Ini sangat ideal untuk meningkatkan kondisi kesuburan tanah secara alami dan mampu memberikan  pengendalian erosi. Sistem  perakaran yang luas tanaman Alfalfa ini memiliki dua fungsi utama sekaligus, selain memelihara dengan baik tanaman itu sendiri juga memelihara kesuburan tanah  berkat akar alfalfa memiliki rhizobium  (bintil pada akar tanaman leguminose ). Karena keunggulan tersebut, kita perlu mempertimbangkan untuk budidaya alfalfa sebagai penyubur tanah serta memproduksi pakan ternak yang kaya akan kandungan gizinya. Cara Budidaya Tanaman Alfalfa Cara terbaik untuk menyediakan kebutuhan  pakan ternak    baik dalam bentuk segar atau kering dengan kandungan nutrisi tinggi, budidaya tanaman alfalfa mungkin menjadi pilihan tepat. Alfalfa mudah tumbuh dan beradaptasi cukup baik di hampir setiap lahan pertanian atau kebun. Tumbuhan ini sangat toleransi kondisi pertumbuhan di segala jenis tanah, selain bergizi tinggi tanaman alfalfa tahan terhadap kekeringan, ini karena ia tidak suka atau kurang maksimal  produksinya di lahan basah.  Membudidayakan HMT (hijauan Makanan Ternak) tumbuhan alfalfa selain menyehatkan ternak seperti Kelinci, Sapi , kambing dll, juga menyehatkan kondisi lahan  pertanian itu sendiri. Cara  budidaya rumput alfalfa juga tergolong mudah, hal utama yang harus diperhatikan adalah dengan memilih area atau lahan yang memperoleh banyak sinar matahari penuh. Lahan yang cocok untuk   budidaya alfalfa  memiliki drinese baik dengan tingkat pH tanah antara 6,8 hingga 7,5. Langkah-Langkah Budidaya Alfalfa Sebelum melakukan penanaman alfalfa , sebaiknya anda menentukan terlebih dahulu  bibit yang akan di tanam, membersihkan lahan dari semak belukar di sertai juga olah tanah (baca  juga: cara olah tanah pola organik). Untuk memperoleh benih alfalfa murni sebaiknya dari varietas yang sudah banyak di budidayakan di indonesia, sudah banyak penjual online yang menawarkan benih alfalfa. Cara Menanam Alfalfa Setelah olah tanah yang sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan atau di akhir musim kemarau, cara menanam alfalfa bisa dilakukan dengan mebar benih saat musim hujan mulai datang. pertumbuhan akar alfalfa sangat cepat, tidak memerlukan kedalaman tanam, hanya taburi  benih secara merata ke tanah dan ditaburi dengan pupuk kompos atau bokashi. Benih alfalfa  berat 1 gram cukup untuk keluasan area 0,75 m2. Perawatan Alfalfa Perawatan tanaman alfalfa bisa dimulai sejak kecambah mulai tumbuh dalam waktu tujuh hingga 10 hari, sebaiknya dilakukan penyemprotan menggunakan POC ( pupuk organik cair ) selang seminggu sekali. Penjarangan tumbuhan alfalfa juga perlu untuk mengurangi kepadatan tanaman saat ketinggian 10 cm, sesuaikan dengan kebutuhan anda. Penyiangan gulma serta pengendalian hama jika diperlukan, hanya menggunakan  pestisida organik. Ini karena alfalfa biasanya di olah atau di ekstrak juga untuk minuman kesehatan . tentu budidaya alfalfa secara organik sangat penting untuk menjaga hasil produksi anda.   Pemanenan Tanaman Alfalfa Jika menanam atau budidaya alfalfa untuk pakan ternak, maka perlu untuk dipanen atau dipotong sebelum berbunga. Ini karena nilai gizi alfalfa paling optimal adalah sebelum fase  berbunga, kadar kecernaan juga sangat tinggi disaat tanaman    belum keluar bunga. Namun, jika anda memproduksi benih alfalfa sendiri dapat menyisakan sebagian untuk tidak dipanen sebelum  berbuah. Tanaman alfalfa dapat di berikan dalam bentuk segar /  hijauan makan ternak   atau dapat dikeringkan layaknya jerami padi (atau sering disebut alfalfa hay), jika ada membudidayakan sekala luas sebagai pakan ternak. Pemotongan sebaiknya menyisakan batang bawah 10 cm, alfalfa dapat tumbuh kembali jika mendapat perlakuan baik, dengan pemberian pupuk kandang yang telah di fermentasi ( Bokashi ) setelah dipotong. http://www.organikilo.co/2016/03/cara-tanaman-budidaya-alfalfa-kaya.html
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x