Polusi suara

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 5 views
of 7

Please download to get full document.

View again

Description
Polusi suara Polusi Suara Suara bising merupakan sumber polusi suara yang sangat mengganggu indera pendengaran kita. Di zaman serba maju seperti sekarang, bukan hanya polusi air dan udara saja yang menjadi permasalahan sehari-hari. Polusi suara yang disebabkan oleh berbagai kondisi pun sangat sulit dihindari. Suara bising kendaraan bermotor, pesawat terbang, deru mesin pabrik, hingga radio/tape recorder yang berbunyi keras merupakan sumber-sumber polusi suara yang sangat mengganggu indera pende
Share
Transcript
  Polusi suara Polusi Suara   Suara bising merupakan sumber polusi suara yang sangat   mengganggu indera pendengaran kita.   Di zaman serba maju seperti sekarang, bukan hanya polusi air dan udarasaja yang menjadi permasalahan sehari-hari. Polusi suara yang disebabkanoleh berbagai kondisi pun sangat sulit dihindari. Suara bising kendaraanbermotor, pesawat terbang, deru mesin pabrik, hingga radio/tape recorderyang berbunyi keras merupakan sumber-sumber polusi suara yang sangatmengganggu indera pendengaran kita.   Ciri polusi suara adalah suara bising yang teramat mengganggu, sehinggacepat atau lambat akan memengaruhi kondisi kejiwaan manusia. Bukanhanya itu, jika kondisi ini dialami dalam kurun waktu yang panjang, imbasnyaakan membuat telinga berkurang kepekaannya.   Manusia mempunyai batas kemampuan untuk mendengar suara mulai dari20 hingga 20.000 hertz. Atau setara dengan rentang hingga 140 desibel(tingkat Kebisingan). Lebih dari itu, hampir dapat dipastikan terjadi kerusakanpada gendang telinga dan organ-organ lain dalam gendang telinga manusia.   Ambang batas maksimum yang aman bagi manusia adalah 80 desibel. Bagimereka yang bekerja diatas batas tersebut, dalam jangka panjang akanmengalami gangguan pendengaran. Oleh karena itu disarankan untukmelakukan medical examination atau pemeriksaan pendengaran secaraberkala sebagai upaya mencegah Noise Induced Hearing Lose atau ketulianakibat kebisingan.   Sebetulnya, polusi suara bukan hanya menggangu indera pendengaran saja.Berada di lingkungan dengan suara bising yang mengganggu juga dapatmenyebabkan hipertensi, karena terpicu oleh emosi yang tidak stabil. Hasilstudi epidemiologis di Amerika Serikat menyebutkan, ketidakstabilan emosiakibat terpapar suara bising akan mengakibatkan stress. Jika ditambahdengan penyempitan pembuluh darah, maka dapat memacu jantung untukbekerja lebih keras memompa darah keseluruh tubuh. Dalam waktu yanglama, tekanan darah akan naik, dan terjadilah hipertensi.   Penelitian serupa juga dilakukan pada 2003 oleh Robert Koch Institute diJerman terhadap 1.700 penduduk Kota Berlin. Hasilnya menyatakan, orangyang hidup dengan kebisingan lalu lintas cenderung memiliki tekanan darahtinggi dibandingkan mereka yang tingal di lingkungan yang lebih tenang. DrHeidemarie Wende dari Federal Environment Agency, yang mengepalaistudi tersebut mengatakan bahwa studi ini menunjukkan bahwa polusi suarameningkatkan tekanan darah, dan karenanya memiliki dampak buruk bagikesehatan jangka panjang.   Walaupun terdengar sepele, ada baiknya kita mulai memerhatikankesehatan indera pendengaran kita. Karena kemampuan mendengar adalahsebuah karunia yang tak ternilai harganya.    MASYARAKAT wilayah perkotaan rentan terpapar polusi suara. Jangan menganggap remeh masalah ini sebabfakta berbicara polusi suara bukan hanya mengganggu indera pendengaran, namun juga menyebabkan risikohipertensi hingga jantung.Tinggal di daerah perkotaan memang rentan terkena berbagai masalah. Yang paling umum adalah masalah polusiudara dan air. Namun bukan hanya permasalahan itu yang patut menjadi perhatian, polusi suara pun jugamenyerang kaum urban.Polusi suara ini disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, pesawat terbang, deru mesin pabrik, hinggasuara radio yang berbunyi keras dan mengganggu indera pendengaran.Ciri polusi suara adalah suara bising yang teramat mengganggu sehingga cepat atau lambat akan memengaruhikondisi kejiwaan manusia. Bukan hanya itu, jika dialami dalam kurun waktu yang panjang, imbasnya akan membuatkepekaan telinga berkurang. Padahal, manusia memiliki batas kemampuan mendengar suara mulai dari 20 hingga20.000 hertz atau setara dengan rentang hingga 140 desibel (tingkat kebisingan). Lebih dari itu, akan terjadikerusakan pada gendang telinga dan organ-organ lain dalam gendang telinga.Sementara ambang batas maksimum yang aman bagi manusia adalah 70 desibel. Nah, bisa dibayangkan apa yangterjadi pada orang yang setiap hari mengalami polusi suara itu. Mereka yang bekerja di atas batas tersebut, dalam jangka panjang pastilah akan mengalami gangguan pendengaran. Karenanya, disarankan untuk melakukanpemeriksaan pendengaran secara berkala sebagai upaya mencegah ketulian akibat kebisingan.Sebenarnya polusi suara bukan hanya mengganggu indera pendengaran semata. Akan tetapi, juga memicuhipertensi lantaran terpicu oleh emosi yang tidak stabil. Hasil studi epidemologis di Amerika Serikat menyebutkan,ketidakstabilan emosi akibat terpapar suara bising akan menyebabkan stres. Jika ditambah dengan penyempitanpembuluh darah, maka dapat memacu jantung untuk bekerja lebih keras memompa darah ke seluruh tubuh. Dalamwaktu lama, tekanan darah akan naik dan terjadilah hipertensi.Penelitian yang sama juga dilakukan pada 2003 oleh Robert Koch Institute di Jerman.Robert meneliti 1.700 penduduk Kota Berlin. Hasilnya, orang yang hidup di tengah kebisingan lalu lintas cenderungmemiliki tekanan darah tinggi ketimbang mereka yang tinggal di lingkungan lebih tenang. Dr Heidemarie Wende yangmengepalai studi tersebut dari federal Environment Agency mengatakan, studi ini menunjukkan bahwa polusi suarameningkatkan tekanan darah dan karenanya memiliki dampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), terpaan polusi suara bahkan berpotensi meningkatkan risiko serangan jantung. Tak heran, masyarakat perkotaan memiliki risiko 46 persen terkena serangan jantung dibanding masyarakatyang hidup di daerah tenang.Faktanya, bukan hanya nun jauh di Jerman sana masyarakat terkena bahaya polusi suara. Masyarakat Indonesiapun disadari atau tidak juga mengalami bahaya kesehatan akibat polusi yang satu ini. Buktinya, Indonesia masukdalam empat besar negaradengan kasus gangguan pendengaran terbanyak di Asia.Menurut Dr Damayanti Soetjipto, pendiri Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian, 4,6 persen penderita gangguan pendengaran di Asia berasal dari Indonesia. “Data WHO menyebutkan, pada 1998 terdapat sekitar 250 juta penderita gangguan pendengaran, 50 persen di antaranya berada di Asia. Para penderitagangguan pendengaran ini mudah terserang gangguan, seperti gampang marah dan stres,” kata Damayanti.  Lingkungan yang sehat, menurut Damayanti, memiliki tingkat kebisingan maksimal 70 desibel. Di atas angka itu, akan sangat berbahaya bagi telinga. “Kalau Anda terp apar kebisingan  – katakanlah sampai 90 desibel  – itu maksimal hanya boleh satu jam. Kalau tidak, bahaya bagi pendengaran,” sambung Damayanti.  Sayangnya, banyak kota besar di Indonesia memiliki tingkat kebisingan di atas angka aman tersebut. Ahli THT dariRumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, Dr Ronny Suwento bersama timnya pernah mengadakan penelitian tingkatkebisingan di 25 titik di jalan raya Jakarta. Hasilnya, ternyata di 25 titik itu, terutama perempatan Senen dan TanjungPriok, memiliki tingkat kebisingan yang mencapai 80 desibel. Penelitian itu juga menemukan sekitar 10,7 persen  pedagang asongan dan kaki lima, tukang parkir, serta polisi lalu lintas yang sering terpapar kebisingan di daerah-daerah itu, mengalami gangguan pendengaran.Awalnya ketika ditanya para responden mengaku tidak mengalami gangguan pendengaran. Namun setelahdilakukan tes dengan menggunakan soundproof  , dan alat lain di lingkungan yang steril, mereka terbukti mengalamigangguan pendengaran. Ronny menjelaskan, gangguan pendengaran itu bersifat gradual. Orang sering kali tidaksadar bahwa mereka telah mengalami gangguan pendengaran.Maka itu, untuk mengetahui apakah seseorang mengalami gangguan pendengaran dapat dilakukan dengan patokanberikut. Umumnya, gangguan itu terjadi pada frekuensi tinggi, sekitar 4.000 Hz. Orang baru sadar ada gangguan jikagangguan itu mulai masuk ke frekuensi 500  – 2.000 Hz. Ini frekuensi yang sering didengar orang. “Kerasnya kurang lebih seperti percakapan sehari -hari. Jadi jika ada orang bicara, dia agak tidak mendengar dan baru sadar kalau terkena gangguan pendengaran,” kata Ronny. Jika Anda selalu terpapar polusi suara, sebaiknya gunakan pelindung telinga atau ear plug  ataupun flat attenuator  yang biasa digunakan oleh teknisi musik saatmenyiapkan konser. (tty) Di kota-kota atau di daerah dekat industri atau pabrik sering terjadi kebisingan. Pencemaran suara di akibatkan   oleh masuknya bunyi gaduh di atas 50 desibel (di singkat dB, yaitu ukuran tingkat kebisingan). Suara bisingdapat di timbulkan oleh suara industri, mobil, sepeda motor, kereta Suara bising dapat di timbulkan oleh suara industri, mobil, sepeda motor, kereta api pesawat terbang,serta bunyi-bnyian lainnya. Bunyi tersebut mengan cam kesehatan dan ketenangan manusia. Kebisinganmenyebapkan penduduk sulit tidur, bahkan mengakibatkan tuli, ganguan kejiwaan, dan dapt pulamenyebapkan penyakit jantung, gangguan janin dalam kandungan, dan stress.   Saat ini telah di usahakan agar mesin- mesin tidak terlalu bising. Jika bising, harus usahakan ada isolator.Menanam tanaman berdaun rimbun di halaman rumah dapat meredakan kebisingan. Bagi mereka yangsuka mendengarkan musik-musik keras-keras, hendaknya mendengarkan di tempat khusus (misal didalam kamar) agar tidak mengganggu orang lain.    PENCEMARAN SUARA BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangKita semua tahu, saat ini kita lebih banyak dieksploitasi dengan terlalu banyak suara lebih dari masaapapun dalam sejarah. Kehidupan modern sepertinya jadi perjuangan yang tak berkesudahan untukmelawan hiruk-pikuk yang kian meningkat. Saat berada di rumah, telinga kita diisi oleh riuhnya suarabinatang peliharaan, suara AC, televisi, dan banyak hal lain. Saat berada di jalan, kita juga   mendengar keriuhan lain: proyek pembangunan, suara kendaraan umum yang menderu dan musik   yang dinyalakan orang lain.   Sekitar 16,8 persen dari total penduduk Indonesia mengalami gangguan pendengaran pada 1996.   Survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UniversitasIndonesia terhadap 20.000 orang di tujuh provinsi itu mencatat bahwa sekitar 38 juta pendudukIndonesia terganggu pendengarannya.Melihat hasil penelitian dari berbagai ahli dan penemuan dalam kehidupan sehari – hari tentangdampak kebisingan atau pencemaran suara inilah seharusnya diambil langkah – langkah yang tepat   untuk menanggulangi salah satu polusi yang dianggap tidak begitu berdampak dibanding dengan   polusi air, tanah dan udara yang sekarang ini dengan jelas terlihat dalam kehidupan kita sehari – hari.   Dalam makalah ini penulis ingin menyajikan tentang segala sesuatu yang berkaitan denganpencemaran suara. Selain itu, penulis juga akan menguraikan bagaimana cara untuk menanggulangipencemaran suara yang efeknya secara tidak sadar telah menggangu kehidupan manusia.B. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang dan batasan masalah di atas maka masalah dalam makalah ini   dirumuskan sebagai berikut :   1. Apa yang dimaksud dengan pencemaran suara?2. Apa yang menyebabkan pencemaran suara?3. Apa saja dampak dari pencemaran suara?4. Bagaimana menanggulangi dampak pencemaran suara?C. Tujuan PenulisanDalam makalah ini, tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :   1. Mengetahui definisi pencemaran suara.   2. Mengetahui sebab – sebab pencemaran suara.3. Mengetahui dampak dari pencemaran suara.4. Mengetahui cara menanggulangi dampak pencemaran suara.BAB IIPEMBAHASANA. Definisi Polusi / Pencemaran SuaraPolusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi,dan atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatanmanusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yangmenyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai denganperuntukannya (Undang-undang Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).Bunyi atau suara adalah kompresi mekanikal atau gelombang longitudinal yang merambat melalui   medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi   dapat merambat misalnya di dalam air, batu bara, atau udara. Kebanyakan suara adalah merupakan   gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatanosilasi atau frekuensi yang diukur dalam Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi denganpengukuran dalam desibel. Manusia mendengar bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udaraatau medium lain, sampai ke gendang telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengaroleh telinga manusia kira-kira dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x