Polusi Udara Kota Pontianak.docx

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 36 views
of 27

Please download to get full document.

View again

Description
polusi
Share
Transcript
  Polusi Udara Kota Pontianak Memburuk  Posted on July 22, 2009 by m3sultra Kompas 2009-07-22/E-paper: Nusantara hal 22 Pontianak  –  Polusi udara berupa kabut asap pekat di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin malam hingga Selasa (21/7) dini hari, tergolong dalam kategori berbahaya untuk kesehatan manusia. Indeks standar pencemaran udara terburuk yang terpantau mencapai 895, jauh di atas ambang batas minimal kategori berbahaya di angka 300. ”Kami terkena imbas asap dari pembakaran lahan di kabupaten di sekitar Kota Pontianak. Kami berharap kerja sama dan koordinasi pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten yang ada hotspot (titik api) untuk mengatasi pembakaran lahan di wilayah mereka,” kata Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi, Selasa.  Kabut asap yang mencemari Kota Pontianak, selain menimbulkan gangguan kesehatan warga, juga berpotensi menghambat kelancaran arus transportasi udara dan laut. Kondisi itu dikhawatirkan mengganggu perekonomian kota itu dan Kalbar karena mobilitas orang serta barang ke Pontianak lewat bandara dan pelabuhan terhambat. Pantauan Dinas Kesehatan Kota Pontianak di 23 puskesmas menunjukkan, jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut dalam sepekan terakhir mencapai 1.298 orang. Paryadi menyatakan, upaya mengurangi dampak asap terhadap gangguan kesehatan warga dilakukan pemkot dengan membagikan 3.000 masker secara cuma-cuma, Rabu ini. Hal yang sa ma dilakukan Dinas kesehatan Kalbar yang membagikan 5.000 masker. ”Kami mengimbau warga agar tidak keluar rumah pada malam hingga subuh.”  Secara terpisah, Kepala Kepolisian Daerah Kalbar Brigadir Jenderal (Pol) Erwin TPL Tobing menyatakan akan menindak tegas semua pelaku pembakaran hutan dan lahan. Pembakaran hutan dan lahan melanggar ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Pidana, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang perkebunan, UU Nomor 23/1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup, serta UU Nomor 41/1999 tentang kehutanan.  Ancaman hukuman yang dikenakan meliputi pidana kurungan maksimal 15 tahun dan denda Rp 5 miliar. Pemantauan melalui udara yang dilakukan Biro Operasi dan Bidang Humas Polda Kalbar, Senin, menunjukkan, ada perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bengkayang dan Sambas yang membakar lahan. ”Polres Bengkayang dan Sambas sudah saya perintahkan mengusut kasus pembakaran lahan ini,” kata Erwin.   Heli bom air   Sementara itu, Departemen Kehutanan mengirim dua helikopter milik Mabes Polri ke Riau untuk menyebarkan bom air di lokasi kebakaran lahan. ”Kami sudah kirim dua heli ke Riau, Senin kemarin.  Jika diperlukan sewaktu-waktu, heli berkapasitas 500 liter air ini siap untuk memadamkan kebakaran lahan dari udara,” ujar Direktur Jenderal Penge ndalian Hutan dan Konservasi Alam Dephut Darori seusai Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi, Selasa. Menurut Darori, kebakaran lahan dan hutan saat ini paling parah di Riau. Kabut asap yang sangat tebal didukung oleh akumulasi pergerakan angin dari selatan. ”Kebakaran lahan di Jambi juga termasuk penyumbang pekatnya kabut asap di Riau,” katanya.   KABAR KALBAR Badan Lingkungan Hidup Prov.Kalbar Melakukan Uji Emisi Sebagai Langkah Pengendalian Polusi Udara   Senin, 20/05/2013     Pontianak - Udara merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya harus dijaga dan dipelihara kelestarian fungsinya untuk  pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan manusia serta perlindungan bagi makhluk hidup lainnya, agar udara dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi pelestarian fungsi lingkungan hidup. Manusia tidak akan hidup tanpa udara, bahkan terpaksa menghirup udara yang telah terkontaminasi oleh berbagai polutan termasuk polusi dari kendaraan bermotor. Oleh karena itu udara merupakan sumber daya alam yang harus dilindungi, dijaga kebersihannya demi keberlangsungan hidup manusia dan mahluk hidup lain di dunia. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Lingkungan Hidup bekerja sama dengan instansi-instansi terkait pada tanggal 23 s/d 25 April 2013 melaksanakan pengujian kualitas emisi gas buang kendaraan bermotor di 3 lokasi di kota Pontianak. Hari pertama tanggal 23 April 2013 dilaksanakan dilokasi Rumah Adat Melayu (Kota Baru), Hari kedua dilaksanakan dilokasi Auditorium UNTAN dan Hari ketiga dilaksanakan dilokasi TNI Angkatan Laut (Jeruju). Pengukuran emisi kendaraan bertujuan untuk menentukan konsentrasi polutan yang dihasilkan oleh emisi gas buang kendaraan, yaitu: Hidrokarbon (HC), Karbon Dioksida (C02), Karbon Monoksida (CO) dan Ketebalan Asap (Opacity). Sementara pemantauan kualitas udara ambient di Kota Pontianak bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran udara di Kota Pontianak Pemeriksaan uji emisi ini dilakukan untuk mengevaluasi dan mendapatkan data sejauh mana tingkat polusi yang dihasilkan kendaraan-kendaraan di Kota Pontianak. Kendaraan bermotor yang lulus uji emisi akan ditempelkan sticker lulus uji emisi, sedangkan bagi mereka yang kendaraannya tidak lulus uji emisi maka, akan diberikan kartu tidak lulus uji emisi dan dihimbau untuk merawat kendaraannya ke bengkel agar menghasilkan gas buang yang lebih sedikit. Menjaga kualitas udara merupakan tanggung jawab kita semua, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan senantiasa berupaya melakukan perbaikan dan terus menjaga kualitas udara perkotaan. (BLHD/damayanti)  Pencemaran Udara Malam Hari di Pontianak Berbahaya Senin, 18 Juni 2012 11:08 WIB Sebuah kapal menembus kabut asap saat melintas di Sungai Kapuas, Pontianak.(ANTARA Kalbar/Jessica Wuysang)  Buruknya kualitas udara di Kota Pontianak dan sekitarnya sudah terjadi sejak dua hari terakhir akibat asap pembakaran lahan yang terjadi di luar kota ini. Berita Terkait    Laju Inflasi Maret di Pontianak 1,02 Persen      Pelayanan Perizinan Terbaik se-Kalbar Diraih Kota Pontianak      BNNK Pontianak Intensifkan Tes Urine Mulai Sekolahan      Sutarmidji : Jembatan Kapuas III Belum Mampu Atasi Kemacetan      Kunjungan Wisatawan Asing Ke Kalbar Naik 26,39 Persen     Pontianak (ANTARA Kalbar) - Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada malam hari di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, masuk dalam ketegori berbahaya bagi kesehatan manusia, kata Wakil Wali Kota setempat Paryadi. Data ISPU yang saya terima dari Badan Lingkungan Hidup Kota Pontianak, kualitas udara pada malam hari mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB masuk dalam ketegori tidak sehat, kata Paryadi di Pontianak, Senin. Kemudian pada pukul 24.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB pagi sudah masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan manusia, dan mulai pukul 02.30 WIB hingga pukul 05.30 WIB kategori tidak sehat, kata Paryadi. Buruknya kualitas udara di Kota Pontianak dan sekitarnya sudah terjadi sejak dua hari terakhir akibat asap pembakaran lahan yang terjadi di luar kota ini, katanya. Wakil Wali Kota mengimbau, kepada warga kota itu dan sekitarnya untuk tidak melakukan pembakaran lahan pertanian maupun sampah-sampah karena berakibat semakin memperburuk kualitas udara di Kota Pontianak, terutama mulai pukul 21.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB pagi harinya. KOTA PONTIANAK “DIKEPUNG” SEPEDA MOTOR Oleh : Drs.Pranowo  Adi M.Si (Analis  Latbang BKKBN Kalbar)
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x