retensi urin

|
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 6 views
of 42

Please download to get full document.

View again

Description
PENDAHULUAN Retensi urin merupakan suatu keadaan darurat urologi yang paling sering ditemukan dan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Berarti bahwa seorang dokter atau perawat dimanapun dia bertugas ini. Oleh kemungkinan besar pernah atau akan menghadapi kelainan karena itu, yang bersangkutan harus bisa mendeteksi kelainan tersebut dan selanjutnya dapat melakukan penanganan awal secara benar. Bilamana retensi urin tidak ditangani sebagaimana mestinya, akan mengakibatkan terjadinya penyuli
Share
Transcript
  PENDAHULUAN Retensi urin merupakan suatu keadaan darurat urologi yang palingsering ditemukan dan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Berartibahwa seorang dokter atau perawat dimanapun dia bertugaskemungkinan besar pernah atau akan menghadapi kelainan ini. Olehkarena itu, yang bersangkutan harus bisa mendeteksi kelainan tersebutdan selanjutnya dapat melakukan penanganan awal secara benar.Bilamana retensi urin tidak ditangani sebagaimana mestinya, akanmengakibatkan terjadinya penyulit yang memperberat morbiditaspenderita yang bersangkutan. Pada dasarnya tidak diperlukan peralatanmaupun ketrampilan yang khusus untuk mendeteksi dan menanganipenderita dengan retensi urin, apapun yang menyebabkan terjadinyakelainan tersebut.Permasalahan yang sering dihadapi seorang dokter atau seorangperawat adalah1.Retensi urin tidak dideteksi karena kelainan ini tidak terpikirkan,penderita tidak mengeluh atau mengatakan bahwa masih bisakencing secara berkala (inkontinensi paradoksa).2.Retensi menambah penderitaan atau menimbulkan penyulit yangmerugikan, bahkan bersifat permanen dan hal ini dapat terjadikarena dokter atau perawat menangani kelainan tersebut tanpamemperhatikan persyaratan yang ditentukan, belumberpengalaman atau peralatan yang dibutuhkan tidak dimiliki.Pada refarat ini akan diuraikan secara mendasar sebab-sebabterjadinya retensi urin, cara mendeteksi dan cara melakukan penanganansecara benar yang perlu diketahui oleh seorang dokter maupun seorangperawat bila menghadapi kasus retensi urin. 1  ANATOMI TRAKTUSURINARIUS Organ urinaria terdiri atas ginjal beserta salurannya, ureter, buli-bulidan uretra. Pada pria terdapat prostat. 1.GINJAL 2  Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang terletak diretroperitoneal diantara vertebra Thoracalis 12 dan Lumbal 1 – 3.Bentuknya menyerupai kacang dengan sisi cekungnya menghadap kemedial. Pada sisi ini terdapat hilus ginjal yaitu tempat struktur-strukturpembuluh darah, sistem limfatik, sistem saraf dan ureter menuju danmeninggalkan ginjal.Besar dan berat ginjal sangat bervariasi; hal ini bergantung pada jeniskelamin, umur, serta ada tidaknya ginjal pada sisi yang lain. Pada outopsiklinis didapatkan bahwa ukuran ginjal orang dewasa rata-rata adalah 11,5cm (panjang) x 6 cm (lebar) x 3,5 cm(tebal). Beratnya bervariasi antara120-170 gram, atau kurang lebih 0,4% dari berat badan. Struktur Ginjal Secara anatomis ginjal terbagi menjadi 2 bagian yaitu korteks danmedula ginjal. Di dalam korteks terdapat berjuta-juta nefron sedangkan didalam medula banyak terdapat duktuli ginjal. Nefron adalah unitfungsional terkecil dari ginjal yang terdiri atas tubulus kontortusproksimalis, tubulus kontortus distalis, dan duktus kolengentes. 3  Darah yang membawa sisa-sisa hasil metabolisme tubuh difiltrasi(disaring) di dalam glomeruli kemudian di tubuli ginjal, beberapa zat yangmasih diperlukan tubuh mengalami reabsorbsi dan zat-zat hasil sisametabolisme mengalami sekresi bersama air membentuk urine. Setiaphari tidak kurang 180 liter cairan tubuh difiltrasi di glomerulus danmenghasilkan urine 1-2 liter. Urine yang terbentuk di dalam nefrondisalurkan melalui piramida ke sistem pelvikalises ginjal untuk kemudiandisalurkan ke dalam ureter.Sistem pelvikalises ginjal terdiri dari kaliks minor, infundibulum, kaliksmajor, dan pielum/pelvis renalis. Mukosa sistem pelvikalises terdiri atasepitel transisional dan dindingnya terdiri atas otot polos yang mampuberkontraksi untuk mengalirkan urine sampai ke ureter. Vaskularisasi Ginjal Ginjal mendapatkan aliran darah dari arteri renalis yang merupakancabang langsung dari aorta abdominalis, sedangkan darah vena dialirkanmelalui vena renalis yang bermuara ke dalam vena kava inferior. Sistemarteri ginjal adalah end arteries yaitu arteri yang tidak mempunyaianastomosis dengan cabang-cabang dari arteri lain, sehingga jikaterdapat kerusakan pada salah satu cabang arteri ini, berakibat timbulnyaiskemia/nekrosis pada daerah yang dilayaninya. Fungsi Ginjal Selain membuang sisa-sisa metabolisme tubuh melalui urine, ginjalberfungsi juga dalam (1) mengontrol sekresi hormon-hormon aldosterondan ADH (anti diuretic hormone) dalam mengatur jumlah cairan tubuh, (2) mengatur metabolisme ion kalsium dan vitamin D, (3) menghasilkanbeberapa hormone, antara lain : eritropoetin yang berperan dalampembentukan sel darah merah, rennin yang berperan dalam mengaturtekanan darah, serta hormon prostaglandin. 4
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks
SAVE OUR EARTH

We need your sign to support Project to invent "SMART AND CONTROLLABLE REFLECTIVE BALLOONS" to cover the Sun and Save Our Earth.

More details...

Sign Now!

We are very appreciated for your Prompt Action!

x