Analysis of Column Differences on Carbohydrates Determination of Fermented Milk by HPLC Method

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 246 views
of 6

Please download to get full document.

View again

Description
ANALISIS PERBEDAAN KOLOM PADA DETERMINASI KARBOHDRAT SUSU FERMENTASI DENGAN METODE HPLC (Analysis of Column Differences on Carbohydrates Determination of Fermented Milk by HPLC Method) A.N. Al Baarri Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang ABSTRAK Penelitian ini bertujua
Share
Transcript
  27  Analysis of Column Differences on Carbohydrates Determination by HPLC Method (Al Baarri) ANALISIS PERBEDAAN KOLOM PADA DETERMINASIKARBOHDRAT SUSU FERMENTASI DENGAN METODE HPLC (Analysis of Column Differences on Carbohydrates Determination of Fermented Milk by HPLC Method)  A.N. Al Baarri  Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang  ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan tipe kolom dalam instrumentkromatografi cair bertekanan tinggi (HPLC), terhadap hasil analisis komposisi karbohidrat (glukosa, galaktosa,laktosa) pada produk susu. Sampel diambil dari yakult, yogurt, kefir kemudian dilakukan preparasi sampeluntuk analisis HPLC. Preparasi sampel dilakukan menurut metode Boehringer Mannheim. Data yang diambilmeliputi data berbagai jenis karbohidrat (glukosa, galaktosa, laktosa) hasil analisis HPLC pada tiga macamkolom, yaitu kolom Aminex HPX-87H, kolom CLC ODS, kolom Microporosyl Carbohydrates. Data dianalisisdengan metode Completely Randomized Design pola faktorial 3x3. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan pada hasil analisis karbohidrat yakult, yogurt, dan kefir sebagai akibat perbedaan jenis kolom.  Kata kunci : HPLC, karbohidrat, produk susu ABSTRACT This research was conducted to analyze the effect of different column types in high performance liquidchromatography (HPLC) method on the determination of carbohydrates composition (i.e. glucose, galactose,lactose) of milk products. This research used three kinds of milk product i.e. yakult, yogurt, kefir, and three tipesof column i.e. Aminex HPX-87H column, CLC ODS column, and microporosyl carbohydrates column. Yakultwas used by inoculation of  Lactobacillus casei in skim milk. Yogurt was used by fermentation of Streptococ-cus thermophillus and  Lactobacillus bulgaricus  in skim milk, and kefir was formed by Streptococcusthermophillus, Lactobacillus bulgaricus and  yeast inoculation in skim milk. All of samples were incubated for 6 hours. Samples were prepared as Mannheim Mannheim method for carbohydrate analysis. Data were analysed by completely randomized design for a 3x3 factorial. The results indicated that carbohydrates composition onyakult, yogurt, kefir were not influenced by different kinds of column but the highest carbohydrates level wasreached by Aminex HPX-87H column..  Keywords : HPLC, carbohydrates, milk product  PENDAHULUAN Cara yang dilakukan untuk determinasikomposisi susu baik secara kualitatif maupunkuantitatif adalah banyak macamnya. Sebagai contoh penentuan kandungan karbohidrat dalam susu secarakuantitatif dan kualitatif dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya adalah dengan metodeuji kristal laktosa (Hadiwiyoto, 1992), metode oksidasidengan kupri, ‘Luff Schroorl’, ‘Munson Walker’,‘Lane Eynon’, oksidasi dengan larutan feri sianidaalkalis, iodometri, kromatografi (Sudarmadji et al  .,1989).  28  J.Indon.Trop.Anim.Agric.28(1) March 2003 Diantara metode determinasi komposisi susu,metode kromatografi adalah metode determinasikomposisi susu yang bersifat lebih praktis, detail,akurat, dan bersifat umum. Kromatografi adalahmetode analisa kimia yang memisahkan konstituen-konstituen pengganggu dari konstituen-konstituenyang dikehendaki. Senyawa-senyawa yang akandipisahkan, ditempatkan pada situasi yang dinamik yaitu dengan melakukan pengaliran. Pada peristiwa pengaliran tersebut, terjadi pelarutan, absorpsi, penguapan (Sudarmadji et al  ., 1989).Kromatografi merupakan suatu proses migrasidiferensial, komponen-komponen cuplikan yangdibawa oleh fasa gerak ditahan secara selektif olehfasa diam. Peristiwa tersebut terjadi di dalam kolom.Adanya peristiwa yang komplek pada metodekromatografi, menjadikan kromatografi dapatdiandalkan untuk menganalisis senyawa sampaisedetail mungkin (Sastrohamidjojo, 1991).Tingkat presisi yang tinggi, yang dimiliki olehalat kromatografi, digunakan untuk menganalisis zattertentu yang peka terhadap perubahan komposisi,misalnya susu dan produk olahannya.Toba (1980)menggambarkan betapa pentingnya kromatografiuntuk mengetahui seberapa jauh perubahankomposisi yang terjadi dalam pembuatan yogurt,yakult, dan kefir. Hampir seluruh negara industri maju pembuat yogurt, yakult, dan kefir, memiliki alatkromatografi untuk mendeteksi kualitas produknya.Hal ini adalah bertujuan untuk menjaga rasa yangdihasilkan agar tetap disukai oleh konsumennya.Prinsip kromatografi adalah penggunaan duafase yang berbeda yaitu fasa tetap dan fasa bergerak (‘mobile phase’). Proses pemisahan tergantung padagerakan relatif dari dua fasa tersebut.Penggunaan kromatografi cair performantinggi (‘high performance liquid chromatography’;HPLC) dapat digunakan untuk menganalisis berbagaimacam kandungan yang komplek dalam suatu bahanmenurut jenis kolom yang digunakan. Senyawakomplek, misalnya karbohidrat, yang masuk kedalamHPLC, terlebih dahulu akan masuk kedalam kolomyang merupakan bagian utama HPLC. Di dalam kolom,senyawa komplek tersebut akan dipisah-pisahmenurut ikatan kimianya terutama rantai karbonnya.Senyawa yang mempunyai rantai karbon panjang,akan terdeteksi paling akhir. Didalam kolom, senyawakomplek tersebut dipanaskan menurut ketentuan penggunaan kolom (Biorad, 1998)Pemilihan kolom merupakan langkah yang pertama dan utama untuk penggunaan kromatografi.Ketepatan dalam pemilihan kolom sangat berpengaruh terhadap performan kromatogram(Supelco, 1992).Jenis kolom yang dapat digunakanuntuk menganalisis komposisi karbohidrat di dalamsusu, diantaranya adalah ‘Aminex HPX-87H’, ‘Wa-ters Microporosyl Carbohydrate’, CLC ODS . Jeniskolom yang dipakai harus sesuai dengan kondisioptimal dan juga sesuai dengan tujuan analisis(Biorad, 1998).Sebelum sampel diinjeksikan kedalam perangkat HPLC, terlebih dahulu dilakukan penyaringan dengan menggunakan ‘filter milipore’dengan diameter 0,45 µ m. Namun untuk tujuantertentu, misalnya untuk sterilisasi dari bakteri,mungkin saja dilakukan penyaringan denganmenggunakan ‘filter milipore’   dengan diameter 0,22 µ m. Penyimpanan sampel untuk jangka waktu yanglama, sebaiknya menggunakan milipore dengan di-ameter 0,22 µ m agar kontaminasi bakteri dapatdiminimalisir (Mannheim, 1997).Perlakuan lain pada sampel adalah denganmenggetarkan sampel pada ‘ultrasonic beam’   agar terbebas dari gelembung udara. Selanjutnya setelahmelakukan tahap ini, dilakukan pengeluaran gas (‘de-gas’) dengan menarik gelembung udara dari dalammedia dengan menggunakan peralatan pompa vakum(Mannheim, 1997)Kemampuan kolom Aminex dalammendeterminasi karbohidrat susu maupun susufermentasi, adalah baik. Hal ini sesuai dengan yangdilaksanakan Toba et al  . (1982), yang menggunakankolom jenis ‘Aminex HPX’   untuk mendeteksikarbohidrat dalam yogurt. Karbohidrat yangterdeteksi pada kromatogram adalah sukrosa, laktosa,glukosa, galaktosa dan fruktosa.Pirisino (1983) juga melakukan analisis deteksikarbohidrat pada susu dengan kolom ‘Aminex HPX-87C’. Jenis karbohidrat yang terdeteksi adalahlaktosa, glukosa, dan galaktosa.Kolom ‘Waters Microporosyl Carbohydrate’dan kolom CLC ODS, dapat mendeterminasikarbohidrat susu fermentasi namun tidak dapatmemisahkan karbohidrat disakarida yang  29  Analysis of Column Differences on Carbohydrates Determination by HPLC Method (Al Baarri) terdeterminasi. Namun puncak grafik yang bersatuini masih dapat dipisahkan dengan perhitungankhusus. Analisis kromatografi tersebut dijalankandengan menggunakan eluen Asetonitril, H 2 O danSAM (‘silica amine modifier’) II dengan perbandingan berturut-turut 75 : 25 ; 0,1 persen w/v.(Mannheim, 1987)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang dihasilkan pada analisis karbohidrattiga jenis susu fermentasi   yaitu yakult, yogurt, kefir dengan menggunakan metode HPLC dengan jeniskolom yang berbeda-beda. MATERI DAN METODEMateri Bahan yang digunakan dalam penelitian iniadalah susu segar, starter yakult, yogurt, kefir, serta bahan untuk preparasi sampel yaitu TCA, NaOH,aquades, aquabides. Alat yang digunakan untuk  penelitian meliputi perangkat HPLC, penangas air,lemari es, filter milipore 0,45 µ m.Khusus untuk kromatografi, dugunakan alat-alat yaitu syringe injektor, ‘column oven’, ‘Commu-nication Bus Module’, ‘Load Chromatograph’ (LC),‘Refractive Index Detector’  , Pencetak data (printer).Fase bergerak kolom Aminex adalah H 2 SO 4 0,005 M, sedangkan untuk kolom ‘Water MicroporosylCarbohydrate’ dan kolom CLC ODS, digunakanmethanol 70% sebagai fase rgeraknya. Metode Cara kerja penelitian ini dibagi dalam tiga tahap.Tahap pertama adalah tahap pembuatan sampeldengan cara menginokulasi susu skim dengan berbagai macam baktreri. Yakult dibuat dengan caramenginokulasikan bakteri  Lactobacillus casei  kedalam susu skim. Yogurt dibuat denganmenginokulasi bakteri Streptococcus thermophillus dan  Lactobacillus bulgaricus  ke dalam susu skimkemudian kefir dibuat dengan cara menginokulasi bakteri Streptococcus thermophillus, Lactobacillusbulgaricus  dan yeast. Setelah proses inokulasiselesai, susu kemudian diinkubasi di dalam inkubator selama 6 jam pada suhu 39 ° C.Tahap kedua dimulai denganmempersiapkan sampel yang akan diuji. Yakult, yo-gurt, dan kefir dipreparasikan agar bisa diinjeksikanke dalam perangkat HPLC.Sampel dimasukkan ke dalam venojek yangterlebih dahulu telah disterilkan. Kemudian ditutuprapat-rapat dan langsung dianalisis denganmenggunakan HPLC.Tahap ketiga adalah menginjeksikan sampel kedalam perangkat HPLC. Sampel diuji dengan HPLCdengan menggunakan 3 jenis kolom yang berbeda,yaitu kolom ‘Aminex HPX-87H’, kolom ‘WatersMicroporosyl Carbohydrate’, kolom CLC ODS.Dalam pembandingan hasil kromatogram dari3 jenis kolom yang berbeda, penelitian dirancangsesuai rancangan acak lengkap dengan pola faktorial3 x 3. Semua data yang didapat kemudian dianalisissecara kuantitatif dengan sidik ragam. HASIL DAN PEMBAHASAN Data analisis karbohidrat yakult denganmenggunakan kolom ‘Aminex HPX-87H’, kolom ‘Wa-ters Microporosyl Carbohydrate’, kolom CLC ODSdapat dilihat pada Tabel 1. Data pada Tabel 1menunjukkan adanya perbedaan yang tidak nyata pada komposisi laktosa, glukosa dan galaktosadengan menggunakan 3 jenis kolom yang berbeda.Walaupun data pada Tabel 1 menunjukkan adanya perbedaan yang tidak nyata, namun data yangtertinggi dicapai pada kolom dengan jenis ‘AminexHPX-87H. Hal ini menunjukkan bahwa kolom jenis‘Aminex HPX-87H’ adalah jenis kolom yang mampumendeteksi kadar karbohidrat dengan lebih pekadibanding dengan jenis kolom lainnya.Penggunaan kolom Aminex untuk penentuankadar karbohidrat adalah sangat tepat. Hal inidikarenakan bahwa kolom Aminex merupakan kolomyang mampu mendeteksi dengan lebih peka danmampu mendeteksi laktosa, glukosa, dan galaktosasecara terpisah (Biorad, 1998)Analisis karbohidrat dengan menggunakan perangkat kromatografi yang menggunakan jeniskolom berlainan, dapat menunjukkan hasil yang berbeda-beda. Hal ini dapat terjadi sebagai akibatadanya perbedaan kemampuan pemisahan antar masing-masing jenis kolom (Supelco, 1991).  30  J.Indon.Trop.Anim.Agric.28(1) March 2003 Tabel 1. Analisis Karbohidrat Yakult dengan Menggunakan Kolom CLC ODS, Kolom ‘Waters Microporosyl Carbohydrate’, dan Kolom ‘Aminex HPX 87H’ Macam kolom Komposisi Yakult Laktosa Glukosa Galaktosa Waters Microporo- 4,18 0,32 0,06 syl Carbohidrate 4,10 0,28 0,04 4,09 0,30 0,05 Rata-rata 4,12 a 0,30    b 0,05 c CLC ODS 3,99 0,29 0,02 4,00 0,28 0,04 4,00 0,28 0,05 Rata-rata 4,00 a 0,28  b 0,04 c Aminex HPX 87H 4,25 0,42 0,07 4,19 0,39 0,05 4,19 0,38 0,06 Rata-rata 4,21 a 0,40    b 0,06 c abc Superskrip yang berbeda menunjukkan adanya perbedaan   Tabel 2. Analisis Karbohidrat Yogurt dengan Menggunakan Kolom CLC ODS, Kolom ‘Waters Microporosyl Carbohydrate’, dan Kolom ‘Aminex HPX 87H’ Macam kolom Komposisi yogurt Laktosa Glukosa Galaktosa Waters Microporo- 3,68 0,34 0,02 syl Carbohidrate 3,70 0,30 0,03 4,01 0,31 0,03 Rata-rata 3,79 a 0,32  b 0,03 c CLC ODS 3,59 0,33 0,01 3,51 0,29 0,02 3,51 0,29 0,02 Rata-rata 3,54 a 0,30  b 0,02 c Aminex HPX 87H 3,90 0,39 0,03 4,00 0,39 0,05 4,00 0,39 0,05 Rata-rata 3,97 a 0,39  b 0,05 c abc Superskrip yang erbeda menunjukkan adanya perbedaan Tabel 3. Analisis Karbohidrat Kefir dengan Menggunakan Kolom CLC ODS, Kolom ‘Waters Microporosyl Carbohydrate’, dan Kolom ‘Aminex HPX 87H’ Macam kolom Komposisi kefir Laktosa Glukosa Galaktosa ‘Waters Microporosyl’ 3,88 0,44 0,10 ‘Carbohydrate’ 3,79 0,39 0,09 4,00 0,31 0,11 Rata-rata 4,55 a 0,38  b 0,10 c CLC ODS 3,99 0,33 0,09 4,01 0,28 0,12 4,01 0,29 0,12 Rata-rata 4,00 a 0,30  b 0,11 c ‘Aminex HPX 87H’ 4,00 0,39 0,11 4,00 0,39 0,09 4,09 0,38 0,09 Rata-rata 4,03 a 0,39  b 0,10 c   abc Superskrip yang berbeda menunjukkan adanya perbedaan
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks