Askep Anak Dengan Ispa

|
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 10 views
of 8

Please download to get full document.

View again

Description
by indra
Share
Transcript
  BAB 1PENDAHULUAN A.Latar Belakanhg ISPA masih merupakan masalah kesehatan yang penting karena menyebabkankematian bayi dan balita yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yangterjadi. Setiap anak diperkirakan mengalami 3- epis!de ISPA setiap tahunnya. 4 # - # dari kunjungan diPuskesmas adalah !leh penyakit ISPA. $ari seluruhkematian yang disebabkan !leh ISPA mencakup % # -3 #. &ematian yangterbesar umumnya adalah karena pneum!nia dan pada bayi berumur kurang dari % bulan. 'ingga saat ini angka m!rtalitas ISPA yang berat masih sangat tinggi.&ematian seringkali disebabkan karena penderita datang untuk ber!bat dalamkeadaan berat dan sering disertai penyulit-penyulit dan kurang gi(i. $atam!rbiditas penyakit pneum!nia di Ind!nesia per tahun berkisar antara 1 -% #dari p!pulasi balita. 'al ini didukung !leh data penelitian dilapangan )&ecamatan&ediri* +,B adalah 1* # / &abupaten Indramayu adalah 0* #. Bila kita mengambil angka m!rbiditas 1 # pertahun* ini berarti setiap tahun jumlah penderita pneum!nia di Ind!nesia berkisar %*3 juta .Penderita yangdilap!rkan baik dari rumah sakit maupun dari Puskesmas pada tahun 1001 hanya berjumlah 0.%1. $iperkirakan bah2a separuh dari penderita pneum!nia didapat pada kel!mp!k umur - bulan. Pr!gram pemberantasan ISPA secara khusus telahdimulai sejak tahun 104* dengan tujuan berupaya untuk menurunkan angkakesakitan dan kematian khususnya pada bayi dan anak balita yang disebabkan !lehISPA* namun kelihatannya angka kesakitan dan kematian tersebut masih tetaptinggi seperti yang telah dilap!rkan berdasarkan penelitian . ISPA sering disalah artikan sebagai ineksi saluran pernapasan atas. Akantetapi secara klinis ISPA merupakan singkatan dari Ineksi Saluran PernapasanAkut. ISPA meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian ba2ah. ISPA adalah ineksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari* pada !rgan pernapasan berupa hidung sampai gelembung paru* beserta !rgan-!rgan disekitarnya seperti  sinus* ruang telinga tengah dan selaput paru. Sebagian besar dari ineksi saluran pernapasan hanya bersiat ringan seperti batuk pilek.*. Pr!gram Pemberantasan Penyakit )P% ISPA membagi penyakit ISPA dalam %g!l!ngan yaitu pneum!nia dan yang bukan pneum!nia. Pneum!nia dibagi atasderajat beratnya penyakit yaitu pneum!nia berat dan pneum!nia tidak berat.Penyakit batuk pilek seperti rinitis* aringitis* t!nsilitis dan penyakit jalan napas 1   bagian atas lainnya dig!l!ngkan sebagai bukan pneum!nia. 5ti!l!gi dari sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas ini ialah 6irus dan tidak dibutuhkan terapiantibi!tik. 7aringitis !leh kuman Strept!c!ccus jarang ditemukan pada balita. Biladitemukan harus di!bati dengan antibi!tik penisilin* semua radang telinga akutharus mendapat antibi!tik. ISPA dapat ditularkan melalui air ludah* darah* bersin*udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup !leh !rang sehat. &elainan pada sistem pernapasan terutama ineksi saluran pernapasan bagianatas dan ba2ah* asma dan ibr! kistik* menempati bagian yang cukup besar padalapangan pediatri. Ineksi saluran pernapasan bagian atas terutama yangdisebabkan !leh 6irus* sering terjadi pada semua g!l!ngan masyarakat pada bulan- bulan musim dingin. ,etapi ISPA yang berlanjut menjadi pneum!nia sering terjadi pada anak kecil terutama apabila terdapat gi(i kurang dan dik!mbinasi dengankeadaan lingkungan yang tidak hygienes. 8isik! terutama terjadi pada anak-anak karena meningkatnya kemungkinanineksi silang* beban immun!l!gisnya terlalu besar karena dipakai untuk penyakit parasit dan cacing* serta tidak tersedianya atau berlebihannya pemakaianantibi!tic. BAB II 2  TINJAUN TEORITIS a.PengertianIneksi saluran pernaasan adalah suatu keadaan dimana saluran pernaasan)hidung* pharing dan laring mengalami inlamasi yang menyebabkan terjadinya!bstruksi jalan naas dan akan menyebabkan retraksi dinding dada pada saatmelakukan pernaasan (Pincus Catzel & Ian Roberts; 1990; 450). Ineksi saluran naas adalah penurunan kemampuan pertahanan alami jalannaas dalam menghadapi !rganisme asing (Whaley an Won!; 1991; 141 ) . b.Angka kejadian dan diagn!sisPada rumah sakit umum yang telah menjadi rumah sakit rujukan terdapat* #-3 *%0# bayi dan ne!natal yang masih mengalami ineksi dengan angkakematian mencapai 11*9#-40*0#. Pengembangan pera2atan yang canggihmengundang masalah baru yakni meningkatnya ineksi n!s!k!mial yang biasanyadiakhiri dengan keadaan septisemia yang berakhir dengan kematian (#ictor an $ans; 199%; 0) .$iagn!sis dari penyakit ini adalah melakukan kultur )biakan kuman dengans2ab sebagai mediat!r untuk menunjukkan adanya kuman di dalam saluran pernaasan. Pada hitung jenis )leuk!sit kurang membantu sebab pada hitung jenisini tidak dapat membedakan penyebab dari ineksi yakni yang berasal dari 6irusatau strept!k!kus karena keduanya dapat menyebabkan terjadinya leuk!sit!sis p!lim!r!nuklear (Pincus Catzel & Ian Roberts; 1990; 45') .c.5ti!l!gi dan karakteristik Ineksi saluran pernaasan adalah suatu penyakit yang mempunyai angka kejadianyang cukup tinggi. Penyebab dari penyakit ini adalah ineksi agent: kuman.$isamping itu terdapat beberapa akt!r yang turut mempengaruhi yaitu/ usia dari bayi: ne!natus* ukuran dari saluran pernaasan* daya tahan tubuh anak tersebutterhadap penyakit serta keadaan cuaca (Whaley an Won!; 1991; 1419) .Agen ineksi adalah 6irus atau kuman yang merupakan penyebab dari terjadinyaineksi saluran pernaasan. Ada beberapa jenis kuman yang merupakan penyebabutama yakni g!l!ngan A  -hem!lityc strept!c!cus* staphyl!c!cus* haem!phylusinluen(ae* clamydia trach!matis* myc!plasma dan pneum!k!kus.;sia bayi atau ne!natus* pada anak yang mendapatkan air susu ibu angka kejadian pada usia diba2ah 3 bulan rendah karena mendapatkan imunitas dari air susu ibu.;kuran dari lebar penampang dari saluran pernaasan turut berpengaruh didalamderajat keparahan penyakit. &arena dengan l!bang yang semakin sempit maka 3  dengan adanya edemat!sa maka akan tertutup secara keseluruhan dari jalan naas.&!ndisi klinis secara umum turut berpengaruh dalam pr!ses terjadinya ineksi antaralain malnutrisi* anemia* kelelahan. &eadaan yang terjadi secara langsungmempengaruhi saluran pernaasan yaitu alergi* asthma serta k!ngesti paru. Ineksi saluran pernaasan biasanya terjadi pada saat terjadi perubahan musim* tetapi juga biasa terjadi pada musim dingin (Whaley an Won!; 1991; 140).  d.<aniestasi klinisPenyakit ini biasanya dimaniestasikan dalam bentuk adanya demam* adanya!bstruksi hisung dengan sekret yang encer sampai dengan membuntu saluran pernaasan* bayi menjadi gelisah dan susah atau bahkan sama sekali tidak mauminum (Pincus Catzel & Ian Roberts; 1990; 451).  e.,erapi dan Penatalaksanaan,ujuan utama dilakukan terapi adalah menghilangkan adanya !bstruksi danadanya k!ngesti hidung pergunakanlah selang dalam melakukan penghisaapanlendir baik melalui hidung maupun melalui mulut. ,erapi pilihan adalah eon!estan  dengan  seuoe*erin hiroloria  tetes pada l!bang hidung* serta!bat yang lain seperti anal!esi   serta antiireti  .  +ntibioti   tidak dianjurkankecuali ada k!mplikasi purulenta pada sekret.Penatalaksanaan pada bayi dengan pilek sebaiknya dira2at pada p!sisitelungkup* dengan demikian sekret dapat mengalir dengan lancar sehinggadrainase sekret akan lebih mudah keluar (Pincus Catzel & Ian Roberts; 1990;45). .$iagn!sis bandingPenyakit ineksi saluran pernaasan ini mempunyai beberapa diagn!sis banding yaitu diteri* m!n!nukle!sis ineksi!sa dan agranul!sit!sis yang semua penyakit diatas memiliki maniestasi klinis nyeri tengg!r!kan dan terbentuknyamembrana. <ereka masing-masing dibedakan melalui biakan kultur melalui s2ab*hitungan darah dan test Paul-bunnell. Pada ineksi yang disebabkan !lehstrept!k!kus maniestasi lain yang muncul adalah nyeri abd!men akuta yangsering disertai dengan muntah (Pincus Catzel & Ian Roberts; 1990; 454) .g.,anda dan gejala yang muncul1.  ,e-a- * pada ne!natus mungkin jarang terjadi tetapi gejala demam muncul jikaanak sudah mencaapai usia  bulan sampai dengan 3 tahun. Seringkali demammuncul sebagai tanda pertama terjadinya ineksi. Suhu tubuh bisa mencapai  4
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks