EL3214_02_13211059

|
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 53 views
of 18

Please download to get full document.

View again

Description
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro – STEI ITB 1 MODUL 02 TIMER, COUNTER, DAN INTERRUPT Aji Suryo Wibowo (13211059) Asisten: Febryanto/13210043 Tanggal Percobaan: 06 Maret 2014 EL3214 – Praktikum Sistem Mikroprosesor Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB Abstrak Pada modul ini, dilakukan percobaan untuk menggunakan fitur dari mikroprosesor ATMega8535, yaitu timer, counter, dan interrupt. Percobaan pertama
Share
Transcript
    Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro –  STEI ITB 1   MODUL 02 TIMER, COUNTER, DAN INTERRUPT Aji Suryo Wibowo (13211059)  Asisten: Febryanto/13210043 Tanggal Percobaan: 06 Maret 2014 EL3214  –  Praktikum Sistem Mikroprosesor Laboratorium Dasar Teknik Elektro - Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB  Abstrak Pada modul ini, dilakukan percobaan untuk menggunakan  fitur dari mikroprosesor ATMega8535, yaitu timer, counter, dan interrupt. Percobaan pertama adalah membuat delay dengan memanfaatkan fitur timer/counter pada  ATMega8535. Percobaan selanjutnya adalah mengeset clock dengan menggunakan sumber clock eksternal. Kemudian,  percobaan dilanjutkan dengan membuat aplikasi yang memanfaatkan fitur interrupt dengan timer/counter. Percobaan terakhir adalah menggunakan external interrupt. Kata kunci: Timer/Counter, Clock, Interrupt. 1.   P ENDAHULUAN ATMega merupakan sistem minimum yang sering digunakan sebagai prosesor sebuah sistem sederhana. Dalam hal ini, sistem minimum ATMega, khususnya ATMega 8535 digunakan sebagai kit praktikum, sehingga diharapkan setelah melakukan percobaan, mahasiswa dapat: a.   memahami datasheet ATMega 8535 b.   membuat aplikasi timer/counter dan interrupt pada AVR dengan menggunakan bahasa pemrograman C pada WinAVR c.   membuat aplikasi external interrupt pada AVR dengan menggunakan bahasa pemrograman C pada WinAVR 2.   S  TUDI P USTAKA    2.1    ATM EGA 8535,   [3] Gambar 2.1 ATMega 8535, [4] ATMega8535 merupakan salah satu mikro kontroler 8 bit buatan Atmel untuk keluarga AVR yang diproduksi secara massal pada tahun 2006. Karena merupakan keluarga AVR, maka ATMega8535 juga menggunakan arsitektur RISC. Secara singkat, ATMega8535 memiliki beberapa kemampuan: a.   Sistem mikrokontroler 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz. b.   Memiliki memori flash 8 KB, SRAM sebesar 512 byte dan EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) sebesar 512 byte. c.   Memiliki ADC (pengubah analog-ke-digital) internal dengan ketelitian 10 bit sebanyak 8 saluran. d.   Memiliki PWM (Pulse Width Modulation) internal sebanyak 4 saluran. e.   Portal komunikasi serial (USART) dengan kecepatan maksimal 2.5 Mbps. f.   Enam pilihan mode sleep, untuk menghemat penggunaan daya listrik. Mikrokontroler ATMega8535 memiliki 40 pin untuk model PDIP, dan 44 pin untuk model TQFP dan PLCC. Nama-nama pin pada mikrokontroler ini adalah: a.   VCC untuk tegangan pencatu daya positif. b.   GND untuk tegangan pencatu daya negatif. c.   PortA (PA0 –  PA7) sebagai port Input/Output dan memiliki kemampuan lain yaitu sebagai input untuk ADC. d.   PortB (PB0 –  PB7) sebagai port Input/Output dan juga memiliki kemampuan yang lain. e.   PortC (PC0 –  PC7) sebagai port Input/Output untuk ATMega8535. f.   PortD (PD0 –  PD7) sebagai port Input/Output dan juga memiliki kemampuan yang lain.    Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro –  STEI ITB 2   g.   RESET untuk melakukan reset program dalam mikro kontroler. h.   XTAL1 dan XTAL2 untuk input pembangkit sinyal clock. i.   AVCC untuk pin masukan tegangan pencatu daya untuk ADC.  j.   AREF untuk pin tegangan referensi ADC. Untuk melakukan pemrograman dalam mikro kontroler AVR, Atmel telah menyediakan software khusus yang dapat diunduh dari website resmi Atmel. Software tersebut adalah AVRStudio. Software ini menggunakan bahasa assembly sebagai bahasa perantaranya. Selain AVRStudio, ada beberapa software pihak ketiga yang dapat digunakan untuk membuat program pada AVR. Software dari pihak ketiga ini menggunakan bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti bahasa C, Java, atau Basic. Untuk melakukan pemindahan dari komputer ke dalam chip, dapat digunakan beberapa cara seperti menggunakan kabel JTAG atau menggunakan STNK buatan Atmel. 2.2    T IMER SEBAGAI D ELAY    Timer atau counter merupakan salah satu fitur yang disediakan oleh ATMega8535 yang memiliki fungsi sebagai pewaktu atau pencacah berdasarkan clock yang dijadikan sebagai acuan (internal atau eksternal). Prinsip kerja timer/counter adalah melakukan pembagian frekuensi (prescaler) pada clock yang dijadikan acuan sehingga timer/counter dapat berjalan sesuai dengan yang dikehendaki. Ketika digunakan sebagai pemberi delay (waktu tunda), timer akan melakukan pencacahan sampai ke nilai tertentu yang telah ditentukan sebelumnya oleh pengguna. Program akan di-stall (dihentikan sementara) saat pencacahan oleh timer dilakukan. Setelah timer mencapai nilai yang ditentukan tadi, maka program akan dilanjutkan kembali. 2.3   C LOCK SEBAGAI C OUNTER    Clock merupakan komponen yang sangat penting dari suatu prosesor, karena di situlah semua proses yang dilakukan oleh prosesor berdasar. Kecepatan (frekuensi) clock yang dimiliki suatu prosesor merupakan salah satu indikator kecepatan prosesor tersebut dalam mengolah data. Pada ATMega8535, terdapat dua jenis clock berdasarkan sumber yang digunakan, yaitu clock internal dan clock eksternal. Clock internal adalah clock yang memanfaatkan sumber yang berasal dari sistem (osilator RC internal), sementara clock eksternal merupakan clock yang memanfaatkan sumber clock dari luar sistem, contohnya kristal. Untuk mengeset sumber clock baik internal maupun eksternal sebagai counter, digunakan register CS02..CS00. Ketika register tersebut diset dengan nilai selain 110 dan 111, maka sumber clock yang digunakan sebagai counter adalah sumber internal, sementara jika diset dengan nilai yang tercantum sebelumnya, sumber clock yang digunakan adalah sumber eksternal (110 untuk clock pada falling edge, 111 untuk clock pada rising edge). 2.4   I NTERRUPT   Interrupt merupakan keadaan di mana ada suatu sinyal yang memberitahukan prosesor bahwa terdapat peristiwa yang memiliki prioritas yang lebih tinggi dibandingkan dengan program utama. Prinsip kerja interrupt atau interupsi adalah sebagai berikut, setelah prosesor mendapatkan interrupt baik dari hardware maupun software, maka prosesor akan men-stall program utama yang sedang berjalan, kemudian prosesor akan menjalankan ISR atau Interrupt Service Routine, kemudian setelah ISR selesai dijalankan, prosesor akan kembali menjalankan program utama. 3.   M ETODOLOGI   3.1    A LAT DAN K  OMPONEN YANG D IGUNAKAN   a.   Sistem Minimum ATMega 8535 (1 buah) b.   DT-51 Trainer Board (1 buah) c.   Power Supply (1 buah) d.   Komputer Terinstal WinAVR (1 buah) 3.2   L  ANGKAH -L  ANGKAH P ERCOBAAN   a.   Diagram 2.1 Delay dengan Timer/Counter    Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro –  STEI ITB 3   b.   Diagram 2.2 External Clock sebagai Counter c.   Diagram 2.3 Aplikasi Interrupt dengan Timer/Counter 1 ã Power supply diset pada 9 V kemudian dihubungkan pada kit praktikum. ã Kabel downloader dihubungkan dari PC ke sismin ATMega. 2 ã Dari PORTA pada sismin, dihubungkan kabel output ke port output pada DT-51. ã Kodingan ditulis, kemudian didownload ke dalam sismin. ã Clock yang digunakan adalah kristal 8 MHz. 1 ã Power supply diset pada 9 V kemudian dihubungkan pada kit praktikum. ã Kabel downloader dihubungkan dari PC ke sismin ATMega. 2 ã Dari PORTA pada sismin, dihubungkan kabel output ke port output pada DT-51. ã ATMega8535 dihubungkan dengan PORTCONTROL pada DT-51 sehingga pin T1 ATMega8535 terhubung dengan sebuah Interrupt Input. ã Kodingan ditulis, kemudian didownload ke dalam sismin.    Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro –  STEI ITB 4   d.   Diagram 2.4 External Interrupt 4.   H  ASIL DAN  A  NALISIS   4.1 Delay dengan Timer/Counter Gambar 2.2 Hasil Percobaan II.A.1 Gambar 2.3 Hasil Percobaan II.A.2 1 ã Power supply diset pada 9 V kemudian dihubungkan pada kit praktikum. ã Kabel downloader dihubungkan dari PC ke sismin ATMega. 2 ã Dari PORTA pada sismin, dihubungkan kabel output ke port output pada DT-51. ã ATMega8535 dihubungkan dengan PORTCONTROL pada DT-51 sehingga pin T1 ATMega8535 terhubung dengan sebuah Interrupt Input. ã Kodingan ditulis, kemudian didownload ke dalam sismin. 1 ã Power supply diset pada 9 V kemudian dihubungkan pada kit praktikum. ã Kabel downloader dihubungkan dari PC ke sismin ATMega. 2 ã Dari PORTA pada sismin, dihubungkan kabel output ke port output pada DT-51. ã ATMega8535 dihubungkan dengan PORTCONTROL pada DT-51 sehingga pin T1 ATMega8535 terhubung dengan sebuah Interrupt Input. ã Kodingan ditulis, kemudian didownload ke dalam sismin. 1s6s
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks