blok 30

|
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 285 views
of 20

Please download to get full document.

View again

Description
skenario 6
Share
Transcript
  Penegakan Prinsip Etika Kedokteran pada Kasus Bayi dengan Fraktur Klavikula Kelompok B 5 Yulita Hera (102011132Harristi Friasari !diati(10201302 Budi Hartono (1020130# Yuanita Patre$ya Herlianti (10201321%&arike 'ra (1020133# )illiam *anu+aya (102013,3-.iti Ha+ar Binti .u//ian (102013,- &od !iat Bin ulki/li (10201352,.isilia ina &ariana (10201%2 0Fakultas Kedokteran 'niversitas Kristen Krida )a$ana4l !r+una 'tara 6o% 4akarta Barat Skenario 6:Seorang pasien bayi dibawa orang tuanya datang ke tempat praktek dokter A, seorangdokter anak. Ibu pasien bercerita bahwa ia adalah pasien seorang dokter Obgyn B sewaktumelahirkan, dan anaknya dirawat oleh dokter anak C. baik dokter B maupun dokter C tidak  pernah mengatakan bahwa anaknya menderita penyakit atau cedera sewaktu lahir dan dirawatdisana. ! hari pasca lahir orang tua bayi menemukan ben olan di pundak kanan bayi.Setelah diperiksa oleh dokter anak A dan pemeriksaan radiologi sebagai penun angnya, pasien dinyatakan menderita #raktur kla$ikula kanan yang sudah berbentuk kalus. %epadadokter A mereka meminta kepastian apakah benar ter adi patah tulang kla$ikula, dan kapankira&kira ter adinya. Bila benar patah tulang tersebut ter adi sewaktu kelahiran, maka akanmenuntut dokter B karena telah mengakibatkan patah tulang dan dokter C karena lalai tidak dapat mendiagnosisnya. 'ereka uga menduga bahwa dokter C kurang kompeten sehinggasebaiknya ia merawat anaknya ke dokter A sa a. (okter A bepikir apa yang sebaiknyakatakan. Pendauluan Apa yang akan dibahaskan berkaitan dengan kasus dia atas adalah prinsip&prinsipetika kedokteran, hubungan antara dokter pasien, hubungan antara teman se awat, dandampak hukum yang mungkin timbul dari keputusan dokter. )ada dasarnya suatu pro#esi 1  memiliki * syarat utama yaitu, diperoleh dari pelatihan ekstensis, memiliki komponenintelektual yang bermakna dalam melakukan tugasnya dan memberikan pelayanan pentingkepada masyarakat. (alam menyelesaikan kasus sehari&hari dokter senantiasa selalu dituntutuntuk memiliki sikap pro#esional. (okter uga dalam melakukan perker aannya harusmemperhatikan etika, disiplin dan hukum kedokteran. 'enurut %amus +mum Bahasa Indonesia )urwadarminta, -*/, etika adalah ilmu pengetahuan tentang a0as akhlak. 1tik pro#esi kedokteran merupakan seperangkat perilaku para dokter dan dokter gigi dalam hubungannya dengan pasien, keluarga, masyarakat, temanse awat dan mitra ker a. 2umusan perilaku para anggota pro#esi disusun oleh organisasi pro#esi bersama&sama pemerintah men adi suatu kode etik pro#esi yang bersangkutan. 3iap&tiap enis tenaga kesehatan telah memiliki %ode 1tiknya, namun %ode 1tik tenaga kesehatantersebut mengacu pada %ode 1tika kedokteran Indonesia %O(1%I/.(alam makalah ini akan dibahas mengenai seorang dokter yang diminta pendapatnyaoleh pasien atas kasus kecurigaan kelalaian medik yang dilakukan oleh sesama dokter. 7Prinsip Etika Kedokteran )rinsip etika kedokteran merupakan prinsip yang harus dipegang oleh setiap dokter.)rinsip etika kedokteran mencakup etika kedokteran, etika klinik, dan etik dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.  .1tika %edokteran1tika kedokteran digunakan dalam menentukan tindakan dalam bidang kesehatan ataukedokteran, selain mempertimbangkan keempat kebutuhan dasar manusia, denganmempertimbangkan uga hak&hak asasi pasien. Ada 4 kaidah dasar moral yang digunakanuntuk mengambil keputusan etik menurut Beauchamp dan Childress --4/, yaitu :  ã  Beneficence , yaitu prinsip moral yang mengutamakan tindakan yang bertu uan untuk kebaikan pasien, agar man#aat yang didapatkan pasien lebih besar dari pada kerugian. ã  Non-maleficence , yaitu prinsip moral yang melarang tindakan yang memperburuk keadaan pasien, dikenal dengan “primum non nocere” atau “above all do no harm” . ã  Justice , yaitu prinsip moral yang mementingkan keadilan dalam bersikap maupun dalammendistribusikan sumber daya. ã  Autonomy , yaitu prinsip moral yag menghormati hak&hak pasien, terutama hak autonomi pasien. )rinsip moral ini yang kemudian menghasilkan doktrin informed consent  .5.1tika %linik  2  (alam situasi klinik, pengambilan keputusan etik dilakukan berdasarkan topik esensialdalam pelayanan klinik. 'enurut onsen, Siegler dan 7inslade 5!!5/, empat topik esensialdalam pelayanan klinik, yaitu :  ã 'edical indication(alam hal ini, yang termasuk dalam medical indication , yaitu semua prosedur diagnostik dan terapi yang sesuai untuk menge$aluasi keadaan pasien dan pengobatannya. )engambilankeputusan etik dalam aspek indikasi medis terutama menggunakan kaidah beneficence dan non maleficence . Selain itu uga, aspek ini uga mencakup penyampaian seluruh in#ormasimedis yang layak untuk pasien pada doktrin in#ormed consent. ã )atient pre#errences(alam hal ini, nilai dan penilaian pasien tentang man#aat dan beban yang akanditerimanya perlu diperhatikan. )engambilan keputusan etik dalam aspek ini berdasarkankaidah autonomy . )ertanyaan etiknya meliputi pertanyaan tentang kompetensi pasien, si#at$olunter sikap dan keputusannya, pemahaman atas in#ormasi, pembuat keputusan bila pasientidak kompeten, nilai dan keyakinan yang dianut pasien, dll. ã 8uality o# li#e Quality of life  merupakan salah satu tu uan kedokteran yang dapat dilakukan denganmemperbaiki, men aga, atau meningkatkan kualitas hidup insani. Aspek ini berkaitan dengan beneficence, non maleficence, dan autonomy.   ã Conte9tual #eatures(alam hal ini, pengambilan keputusan etik dipengaruhi aspek non medis, seperti #aktor keluarga, ekonomi, agama, budaya, kerahasiaan, alokasi sumber daya dan #aktor hukum.%ode etik kedokteran Indonesia %O(1%I/ terdiri dari 4 kewa iban, yaitu kewa ibanumum, kewa iban terhadap pasien, kewa iban terhadap teman se awat, dan kewa ibanterhadap diri sendiri. %O(1%I diatur dalam S.%.).B. I(I o : 55;)B;A.4;!4;5!!5, adalah : 5 Ke8a+ian 'mum9 ã Pasal 1 Setiap dokter harus men un ung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah dokter.   )asal 5Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan pro#esinya sesuai dengan standar  pro#esi yang tertinggi. ã Pasal 3 (alam melakukan peker aan kedokterannya, seorang dokter tidak boleh dipengaruhi olehsesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan dan kemandirian pro#esi. ã Pasal , Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersi#at memu i diri. 3  ã Pasal 5 3iap perbuatan atau nasehat yang mungkin melemahkan daya tahan psikis maupun #isik hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien, setelah memperoleh persetu uan pasien. ã Pasal % Setiap dokter harus senantiasa berhati&hati dalam mengumumkan dan menerapkan setiap penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum diu i kebenarannya dan hal&hal yangdapat menimbulkan keresahan masyarakat.   Pasal # Seorang dokter hanya memberi surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendirikebenarannya.   ) asal #a Seorang dokter harus, dalam setiap praktik medisnya, memberikan pelayanan medis yangkompeten dengan kebebasan teknis dan moral sepenuhnya, disertai rasa kasih sayangcompassion/ dan penghormatan atas martabat manusia.   Pasal # Seorang dokter harus bersikap u ur dalam berhubungan dengan pasien dan se awatnya,dan berupaya untuk mengingatkan se awatnya yang dia ketahui memiliki kekurangandalam karakter atau kompetensi, atau yang melakukan penipuan atau penggelapan, dalammenangani pasien ã Pasal #$ Seorang dokter harus menghormati hak&hak pasien, hak&hak se awatnya, dan hak tenagakesehatan lainnya, dan harus men aga kepercayaan pasien ã Pasal #d Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewa iban melindungi hidup makhluk insani. ã Pasal - (alam melakukan peker aannya seorang dokter harus memperhatikan kepentinganmasyarakat dan memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruhpromoti#, pre$enti#, kurati# dan rehabilitati#/, baik #isik maupun psiko&sosial, serta berusaha men adi pendidik dan pengabdi masyarakat yang sebenar&benarnya. ã Pasal Setiap dokter dalam beker a sama dengan para pe abat di bidang kesehatan dan bidanglainnya serta masyarakat, harus saling menghormati. Ke8a+ian okter *eradap Pasien9 ã Pasal 10 Setiap dokter wa ib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu danketrampilannya untuk kepentingan pasien. (alam hal ini ia tidak mampu melakukan suatu 4
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks