Daster 1-3 Angka Permanganat

|
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 4 views
of 4

Please download to get full document.

View again

Description
dasar teori angka permanganat
Share
Transcript
  DEFINISI ANGKA PERMANGANAT Permanganat merupakan senyawa kimia yang mengandung ion manganat(VII) ion, (MnO 4 − ). Dikarenakan mangan memiliki  bilangan oksidasi yang besar, yaitu +7, maka ion  permanganat(VII) merupakan oksidator kuat. Sedangkan Angka permanganat merupakan  jumlah/banyaknya kalium permanganate (KMnO 4 )   dalam satuan milligram yang dibutuhkan untuk zat organik pada 1000 mililiter (1 liter) air dalam kondisi mendidih. Terkadang dapat dinyatakan sebagai jumlah oksigen yang digunakan (dikonsumsi) per satu liter air (mg/L O 2  or  ppm O 2 ). Angka permanganat sangat berhubungan dengan chemical oxygen demand   (COD), yang sama-sama mengukur jumlah senyawa tereduksi dalam suatu sampel, yang sudah dioksidasi oleh oksidator kuat. Pengujian dalam melakukan perhitungan terhadap angka  permanganate dapat dilakukan dalam keadaan asam ataupun basa dengan rumus reaksi, a.   Reaksi oksidasi KMnO 4  dalam kondisi asam sebagai berikut : 2 KMnO 4  + 3 H 2 SO 4  2 MnSO 4  + K  2 SO 4  + 5 O n   b.   Oksidasi KMnO 4  dalam kondisi basa sebagai berikut : 2 KMnO 4  + H 2 O 2 MnO 2  + KOH + 3 O n  + 3 H 2 O Penggunaan reaksi oksidasi KMnO 4  dalam kondisi asam lebih sering digunakan karena dalam keadaan ini, ion oksidator kuat akan bereaksi lebih cepat. Namun proses oksidasi seringkali terhambat oleh gangguan dari zat-zat reduktor ferro, sulfida, dan nitrit. Angka permanganat merupakan suatu indikasi dari adanya zat organic dalam suatu sampel air. Apabila angka permanganate dari suatu sampel air tinggi, maka dapat dipastikan bahwa sampel air tersebut memiliki kandungan zat organic yang tinggi pula.  FAKTOR YANG MEMENGARUHI ANGKA PERMANGANAT Angka permanganat merupakan suatu indicator atas jumlah atau kadar zat organic yang terkandung pada air. Tinggi atau rendahnya angka permanganat dapat disebabkan oleh berbagai hal, yaitu: 1.   Zat-zat Reduktor Air mengandung banyak sekali zat yang dapat memengaruhi angka permanganate saat dilakukannya percobaan, salah satunya adalah zat-zat reduktor. Dengan adanya zat reduktor tersebut, proses perhitungan angka permanganat yang memakai prinsip oksidasi dalam mengetahui zat organic yang terkandung dalam air akan terhambat dikarenakan ion oksidator (KMnO 4 ) dan ion-ion reduktor (ferro, sulfida, nitrit) akan berkompetisi untuk melakukan reaksi. Untuk menghilangkan zat-zat tersebut, biasanya larutan sampel akan dimasukkan larutan KMnO 4 0,01N serta akan dilakukan pemanasan setelah dimasukkan asam sulfat. 2.   Jumlah KMnO 4  yang Digunakan Pengukuran angka permanganat dalam percobaan sangat ditentukan oleh berapa banyak volume titran (KMnO 4 ) yang digunakan dalam melakukan titrasi pada sampel. Semakin tinggi jumlah titran yang diperlukan, semakin tinggi pula angka permanganat dari sampel air tersebut. Sehingga dengan demikian zat organik yang terkandung dalam sampel semakin banyak. METODE PENGUKURAN Untuk mengukur angka permanganat pada suatu sampel air, dapat digunakan metode titrimetri. Titrimetri merupakan analisis kimia kuantitatif yang dilakukan dengan menetapkan volume suatu larutan yang konsentrasinya diketahui dengan tepat, yang diperlukan untuk bereaksi secara kuantitatif dengan larutan dari zat yang akan ditetapkan. Larutan dengan konsentrasi yang diketahui dengan tepat itu disebut larutan standar (vogel 1985). Dengan metode ini, pengukuran terhadap volume titran (zat pereaksi) yang digunakan sangat penting untuk diperhatikan. Sehingga metode ini pun dikenal sebagai analisis volumetri.  Pengukuran terhadap angka permanganat memiliki prinsip yaitu zat organic yang terdapat di dalam air dioksidasi dengan KMnO 4  kemudian direduksi oleh asam oksalat berlebih. Kelebihan asam oksalat dititrasi kembali dengan KMnO 4 . Sebelum memulai pengukuran, diperlukan alat-alat yaitu Labu Erlenmeyer,  stop watch , pemanas listrik, gelas ukur 100 mL, pipet ukur 10 mL, buret 25 mL, pipet tetes, batu didih, kertas titar, statif, biulb,dan klem serta bahan-bahan seperti asam sulfat 8N yang bebas zat organic, kalium  permanganat 0,01N, air suling, dan air sampel. Dalam proses percobaan, pertama-tama air sampel dimasukkan kedalam gelas ukur (sampai 100mL) lalu air tersebut dimasukan ke dalam labu Erlenmeyer untuk kemudian ditambahkan  beberapa tetes kalium permanganate 0,01N serta asam sulfat sebanyak 5mL. Lalu dipanaskan agar kandungan H 2 S nya hilang menguap (ditandai dengan tercium bau seperti belerang). Larutan tersebut lalu diberikan kembali kalium permanganate 0,01N sebanyak 10 mL dan kemudian dipanaskan kembali selama 10 menit pada suhu air mendidih (105 o C). Setelahnya masukan asam oksalat 0,01N sebanyak 10 mL agar larutan menjadi bening. Setelahnya, dalam keadaan masih mendidih lakukan titrasi pada sampel dengan titran yaitu kalium permanganate 0,01N sampai warnanya berubah menjadi merah muda. Volume dari titran tersebutlah yang kemudian digunakan untuk menghitung angka permanganate. Angka permanganate dapat dihitung dengan rumus: KMnO 4 (mg/L) =   × [( ×) − 10] × 0,316  Dengan: a : merupakan volume total KMnO 4  0,01 N yang digunakan pada titrasi serta penambahan sebelum proses pendidihan d : merupakan volume sampel air f : factor pengenceran dari sampel air  0,316 dan 10 : merupakan konstanta Sehingga, dengan tingginya angka permanganat yang berada pada suatu sampel air maka tinggi  pula kadar zat organik yang terkandung di dalam air.
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks