RULE of LAW Tugas Rangkuman

All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 138 views
of 5

Please download to get full document.

View again

Description
Rule of Law
Share
Transcript
  RULE OF LAW: SIFAT DAN PENERAPANNYA SECARA UMUM Secara umum terdapat 2 (dua) sifat yang menjadi ciri institusi politik di Inggris pada masa setelah ditaklukannya Normandia, yaitu sebagai berikut: a. Sifat adikuasa atau supremasi tak terbantahkan. Pemerintah pusat di seluruh negeri, dimana Raja adalah sumber hokum dan penjaga peraturan, asas utama pengadilan “tout fuit in luy et vient de lui al commencement” yang pada dasarnya adalah fakta actual dan tak terbantahkan. b. Sifat supremasi hukum. “La ley est le plus haute inheritance, que le roy ad; car par la ley il meme et toutes ses sujets sont rules, et si la ley ne fuit, nul roi, et nul inheritance sera”  , supremasi hukum yang diberikan oleh konstitusi Inggris terhadap hak-hak individu dilihat dari berbagai sudut pandang. Tocqueville membandingkan antara hukum yang berlaku di Inggris dengan yang berlaku di Swiss dimana keduanya memiliki perbedaan prinsipil khususnya dalam adat istiadat (maers), diantaranya sebagai berikut : a. Di hampir seluruh daerah (canton) Swiss kebebasan pers merupakan sesuatu yang baru muncul. b. Di hampir seluruh daerah tersebut kebebasan individu sama sekali tidak dijamin, dan seseorang dapat ditahan secara administratif atau dikurung dalam tahanan tanpa banyak formalitas. c. Pengadilan tidak menempati posisi yang sepenuhnya independen. d. Di semua daerah tidak dikenal pengadilan oleh yuri. e. Di beberapa daerah, 30 tahun yang lalu rakyat sama sekali tidak memiliki hak politik. Aargau, Thurgau, Tessin, Vaud, dan wilayah-wilayah tertentu dari daerah Zurich dan Berne berada dalam kondisi seperti ini. Pengamatan tersebut diatas bahkan lebih banyak berlaku terhadap adat istiadat daripada terhadap institusi. a. Banyak daerah di Swiss yang mayoritas warga negaranya tidak memiliki keinginan untuk memiliki pemerintahan sendiri. b. Orang Swiss menyalahgunakan kebebasan pers, dimana surat kabar di Swiss  jauh lebih revolusioner dan amat kurang praktis daripada surat kabar Inggris. c. Orang Swiss masih memandang bahwa asosiasi merupakan alat revolusi. d. Orang Swiss tidak menunjukan rasa kecintaan akan keadilan yang merupaka]n ciri yang orang Inggris. e. Orang Swiss tidak menunjukan cinta hukum, dan ketidaksukaan menggunakan kekerasan.  Di Swiss tampaknya lebih banyak kebebasan dalam hokum daripada dalam adat istiadat, sedangkan di Amerika dan Inggris lebih banyak kebebasan dalam adat istiadat daripada dalam hokum rakyat. Uraian de Tocqueville, menyatakan bahwa ciri khas institusi Inggris adalah supremasi hukum, dimana orang Inggris mencampuradukan atau mengacaukan kebiasaan mengatur pemerintahan sendiri, cinta akan peraturan, rasa hormat akan keadilan dan pola pikir legalnya menjadi satu. Pada dasarnya rule of law berarti bahwa tak seorangpun yang dapat dihukum atau secara hukum dapat dibuat menderita tubuh atau harta bendanya kecuali alas pelanggaran hukum tertentu yang tertuang dalam tata cara hukum biasa dihadapan pengadilan umum negara, sehingga jika dilihat dari konsep ini bahwa rule of law bertentangan dengan sistem pemerintahan manapun yang didasarkan pada pelaksanaan kekuasaan, sewenang-wenang oleh orang-orang yang berkuasa. Pada awalnya di hampir setiap masyarakat benua Eropa, lebaga eksekutif mejalankan kewenangan yang lebih leluasa dalam melakukan penahanan, pemenjaraan secara temporer, pengusiran, dan lain-lain , daripada yang secara legal di klaim atau pada kenyataannya dijalankan oleh pemerintah di Inggris. Namun sejak 1908, sebagian besar negara di Eropa nyaris terbangun rule of law secara baik dimana individu-individu dari berbagai lapisan yang tidak berkecimpung dalam politik tidak lagi merasa takut terhadap pemerintah selama mereka taat pada hukum. Yang menjadi keunikan Inggris bukanlah pada kebaikan dan kemudahannya tapi lebih kepada legalitas sistem pemerintahan Inggris, dan Voltaire merasakannya begitu dia datang ke Inggris bahwa ia merasa telah keluar dari wilayah despotisme dari negeri yang di dalamnya hukum mungkin begitu tegas, namun di dalamnya orang diatur oleh hukum dan bukan oleh kesewenang-wenangan, karena sebelumnya Voltaire pernah dipenjara di Perancis karena puisi yang tidak ia tulis, dan tidak ia ketahui siapa penulisnya bahkan ia dikurung untuk kedua kalinya karena ia memprotes atas kekerasan yang ia alami tersebut. Ketiadaan hukum di Perancis merupakan ciri khas monarki yang layak dibenci seperti Louis ke-15. Ketiadaan hukum melekat dengan sistem ketatanegaraan Perancis, hingga pada masa Louis ke-16 yaitu sekitar tahun 1789, sesuatu yang mirip dengan supremasi hukum muncul dalam monarki prancis. Pada saat perang amerika dan 11 tahun berkuasanya jenderal negara bagian, seorang perwira divonis untuk menjalani hukuman dan kehinaan, tanpa pengadilan dan pelangaran tertentu yang belum diketahui diakibatkan oleh despotisme oriental. Di perancis,hukum dan opini publik dipandang jauh lebih penting daripada spanyol. Dibeberapa negeri bagian kecil di italia, atau dibeberapa propinsi di jerman. Seluruh keburukan despotisme di perancis yang menarik perhatian perhatian dunia hadir dalam bentuk bentuknya yang lebih buruk yang dikarenakan memang kejahatan tersebut jauh  lebih besar, kurang menarik banyak perhatian. Prancis dikritik lebih keras daripada ketiadaan hukum yang dijalankan oleh tirani lain yang keji, nukan karena raja yang sewenang  –  wenang,namun karena rakyat perancis dengan bekal kebanggaan bangsanya memiliki klaim khusus atas kebebasan mereka yang merupakan representasi dari despotisme. Fakta ini menjelaskan bahwa mengapa eropa bersorak saat runtuhnya penjara bastille. Setelah benteng itu runtuh ada 10 tahanan mendekam dan pada saat itu pula ratusan penghutang disiksa di penjara inggris. Penjara bastile merupakan simbol luar dan kasat mata dari kekuasaan tanpa hukum, keruntuhannya dirasakan sebagai pemberi tanda di seluruh eropa bahwa rule of law sudah ada di ingris. Kita mengetahui bahwa dalam “ rule of law  ” sebagai ciri khas negara kita bahwa tidak ada seseorang pun yang berada di atas hukum. Di inggris gagasan mengenai kesetaran hukum atau ketundukan universal semua kelompok manusia pada satu hukum telah dikembangkan sampai batas maksimalnya. Kasus yang memuat pejabat pemerintah akan dibawa ke hadapan pengadilan, layak hukum atau membayar kerugian atas tindakan yang dilakukkan diluar kewenagan absahnya, itu pun berlaku untuk Gubernur di koloni, menteri luar negeri , perwira militer atau seluruh pejabat dibawahnya. Di belahan dunia lain, Prajurit, pegawai pemerintahan atau pendeta gereja resmi pada kasus tertentu taat pada pengadilan yang tidak memiliki yurisdiksi atas warga negara yang lain. Dengan kata lain, pada batas - batas tertentu diatur menurut hukum kepegawaian (official law)  Anggapan orang inggris terhadap rule of law bahwa semua orang taat kepada hukum umum yang ada tidaklah benar. Di eropa sekalipun pada abad ke 18 yang pada saat itu para pejabat dan kelompok lain dapat menentang hukum tidak dibenarkan bahwa seluruh orang tunduk pada hukum yang sama. Di perancis, sebagai pegawai di negeri tersebut dibebaskan dari hukum umum di negeri tersebut dan hanya tunduk pada hukum kepegawaian. Dapat kita katakan bahwa konstitusi dijiwai oleh rule of law dengan alasan bahwa prinsip prinsip umum konstitusi (misalnya, terkait dengan hak akan kebebasan pribadi atau hak untuk mengadakan rapat umum) adalah hasil dari keputusan yudisial yang menentukan hak hak individu pada kasus kasus tertentu di pengadilan, sedangkan menurut banyak konstitusi asing jaminan (sebgaimana adanya) yang diberikan pada hak  –  hak individu berasal dari prinsip  –  prinsip umum konstitusi. Inilah bukti bahwa pernyataa n “konstitusi tidak diciptakan namun tumbuh” adalah tidak benar. Konstitusi tidak tumbuh dengan sendirinya dan tidak juga setelah diciptakan bisa tumbuh langsung. Sebagian karya politik diantaranya, konstitusi inggris tidak diciptakan hanya dengan sekali jadi dan sama sekali bukan buah legislasi. Ini merupakan hasil perjuangan yang berlangsung atas nama hak  –  hak individu. Singkat kata konstitusi kita adalah konstitusi yang dibuat oleh hakim, dan konstitusi ini menampakkan semua ciri baik dan buruk, dari hukum yang dibuat oleh hakim. Terdapat perbedaan konstitusi inggris dengan konstitusi negara lain antara lain :  1. Tidak terdapat deklarasi atau definisi mengenai hak  –  hak yang sedemikian penting yang dijunjung oleh para ahli konstitusi asing 2. Semua asas yang diciptakan oleh legislasi yudisial, sekedar generalisasi yang diambil dari keputusan - keputusan diktat hakim dan statuta 3. Dikemukakan dalam bentuk yang berbeda,hubungan hak  –  hak dengan prinsip  –  prinsip konstitusi tidak benar  –  benar sama Orang  –  orang yang merumuskan konstitusi bagi negara mereka itu mulai dengan definisi atau deklarasi hak  –  hak asasi manusia, atau dengan pelaksanaan yang cerdas digunakkan untuk menegakkan dan menjamin hak tersebut. Pola tindakan mereka lebih seringnya dipaksakan karena tekanan situasi. Dalam kaitannya dengan pepatah “ ubi jus ibi remedium ” Orang inggris secara perlahan  –  lahan berupaya untuk untuk merumuskan serangkaian hukum dan institusi yang rumit yang disebut konstitusi, lebih banyak memusatkan pikiran mereka pada penciptaan cara  –  cara pelaksanaaan demi menegakan hak  –  hak tertentu atau demi menghindari kesalahan  –  kesalahan tertentu. Hak  –  hak umum yang dijamin oleh konstitusi mungkin, dan di negeri  –  negeri asing terus menerus , terbatalkan. Hak  –  hak tersebut bersifat melengkapi satu sama lain.kebebasan dari penahanan yang sewenang wenang, hak untuk mengemukakan pendapat berkenaan dengan segala hal yang terkait dengan kewajiban untuk memperoleh pemulihan atas pencemaran nama baik atau berkenaan dengan menjalani hukuman atas pernyataan yang bersifat menghasut dan merendahkan. Pada sisi lain, ketika hak akan kebebasan individu merupakan bagian dari konstitusi maka hak tersebut merupakan hak yang hampir tidak bisa dihancurkan tanpa revolusi menyeluruh terhadap institusi. Habeas Corpus Acts dapat saja ditunda pemberlakuannya namun orang inggris masih dapat menikmati hampir seluruh hak warga negara. Konstitusi yang didasari oleh rule of law yaitu penundaan konstitusi, selama dimungkinkan, bagi kita tidak lebih dari sekedar revolusi. De ngam demikian “ rule of law ‘ tersebut membentuk prinsip fundamental konstitusi, memiliki tiga makna, atau dapat dilihat oleh sudut pandang yang berbeda. 1. Yang pertama, ia berarti supremasi dan supreoritas hukum reguler yang mutlak yang bertentangan dengan pengaruh kekuasaan sewenang  –  wenang dan mencabut hak prerogatif atau bahkan kekuasaan bertindak yang besar di pihak pemerintah karena munculnya kewenangan tersebut 2. Ia juga berarti kesetaraan di depan hukum, atau kedudukan setara semua kelompok masyarakat kepada hukum umum negara yang dijalankan oleh mahkamah hukum umum 3. Yang terakhir, ia juga dapat digunakan sebagai rumusan untuk mengungkapkan fakta bahwa bagi kita hukum konstitusi, aturan  –  aturan yang di luar negeri biasanya membentuk ,bukan sumber melainkan konsekuensi hak  –  hak individu, karena ditentukan dan dijalankan oleh pengadilan.
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks