Seni Kerajinan Nusantara

|
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
 5 views
of 54

Please download to get full document.

View again

Description
MODUL SENI KERAJINAN APRESIASI SENI KERAJINAN NUSANTARA Muhajirin, M.Pd APRESIASI SENI KERAJINAN NUSANTARA 1 MODUL SENI KERAJINAN DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi BAB I. Seni Kerajinan BAB II.Apresiasi Seni Kerajinan BAB III. Ornamen Tradisional Klasik Nusantara BAB IV. Kerajinan Kulit BAB V. Kerajinan Tekstil 1 14 19 38 46 APRESIASI SENI KERAJINAN NUSANTARA 2 MODUL SENI KERAJINAN LATIHAN. 1. Susunlah ulasan sepanjang satu halaman kwarto tentang sebuah karya seni kerajinan Nusan
Share
Transcript
  APRESIASI SENI KERAJINAN NUSANTARA 1 MODUL SENI KERAJINAN APRESIASI SENI KERAJINAN NUSANTARA Muhajirin, M.Pd    APRESIASI SENI KERAJINAN NUSANTARA 2 MODUL SENI KERAJINAN DAFTAR ISIKata PengantarDaftar IsiBAB I. Seni Kerajinan 1BAB II.Apresiasi Seni Kerajinan 14BAB III. Ornamen Tradisional Klasik Nusantara 19BAB IV. Kerajinan Kulit 38BAB V. Kerajinan Tekstil 46  APRESIASI SENI KERAJINAN NUSANTARA 3 MODUL SENI KERAJINAN LATIHAN. 1. Susunlah ulasan sepanjang satu halaman kwarto tentang sebuahkarya seni kerajinan Nusantara berikut ini, amati dan ulaslahtentang teknik dan kualitas unsur-unsur yang digunakannya.2. Buatlah sebuah ulasan bebas sepanjang satu halaman kwartotentang sebuah karya seni kerajinan dan uraikan alat, bahan, danteknik yang digunakan dalam pembentukannya.  APRESIASI SENI KERAJINAN NUSANTARA 4 MODUL SENI KERAJINAN BAB. ISENI KERAJINAN Pembahasan seni kerajinan Indonesia dalam perspektif historis bisamenghadapi kendala terminologis, apakah ketika menorehkan tulisan dimulaisejak deklarasi sumpah pemuda tahun 1928, atau sejak dilontarkannya gagasankawasan Nusantara pada zaman Majapahit, atau dimulai sejak zaman prasejarahseperti yang dilakukan beberapa penulis Barat, di antaranya A.N.J. Th. A Th vander Hoop (1949). Fritz A. Wagner (1949;1959), A.J. Bernert Kempers (1959) danClaire Holt (1967).Nuansa Indonesia sentrisme sangat jelas bukan pengingkaranpengakuan internasional atas eksistensi seni rupa Indonesia yang sudahberlangsung sejak zaman prasejarah, namun dalam hal pembabakannyadisesuaikan dengan kenyataan periode zamannya. Hal ini dikemukakan agarmasalah terminologi kaitannya dengan batasan temporal tidak menjadi bahanperbincangan yang tak berujung, sehingga pembahasan seni kriya Indonesiasegera dapatdimulai. (SP. Gustami, 2002).Seni kriya, bagi banyak kalangan bukan lagi berkutat hanya padamasalah peristilahan, dalam suatu seminar internasional Seni Kriya September2002, PPs ISI Yogyakarta audiens menghendaki formula praktis bagaimanamemajukan kriya, meningkatkan kualitas produksi, bagaiman menembus pasareksport. Secara umum dapat dikatakan bahwa disiplin kriya kriya adalah disiplinyang banyak membutuhkan konsentrasi pada pengembangan sarana danpengetahuan praktis. Bahkan kriya kontemporer/ contemporary craft: masihcukup memiliki rambu-rambu penilaian kualitas antara lain kualitas dalammenangani material craftmanship  atau skill. Skill adalah semacam pengetahuanyang digolongkan sebagai tacid knowledge  (pengetahuan diam-diam), dipelajarimelalui pengalaman.(Asmudjo J. Irianto, 2002).Seni kriya hidup, tumbuh dan berkembang di kawasan Indonesiabagaikan pernik-pernik manikam persada Nusantara. Kehadirannya beriringansejalan dengan eksistensi manusia di tanah air. Penciptaannya berkaitan eratdengan kebutuhan hidup, baik kebutuhan jasmani (fisik) maupun kebutuhanrohani/jiwani (spiritual).Oleh karena itu, hasil karya sen kriya sering
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks